Femmy M. G Tulusan
Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pelayanan Perizinan Berbasis Digital Studi Pada Penerapan Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu Di Kota Manado Yulita Sira Isabelah Muaja; Maria Heny Pratiknjo; Very Y Londa; Femmy M. G Tulusan; Johny R. E Tampi; Burhan Niode
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1856-1869

Abstract

Transformasi digital pelayanan publik mendorong pemerintah daerah mengembangkan sistem pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pelayanan perizinan berbasis digital melalui Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIP2T) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis implementasi kebijakan menggunakan model Thomas B. Smith yang mencakup kebijakan yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIP2T telah berjalan cukup efektif, didukung oleh landasan regulasi, komitmen pemerintah daerah, struktur organisasi yang jelas, peningkatan kompetensi aparatur, koordinasi lintas sektor, serta inovasi pelayanan digital. SIP2T memberikan kemudahan akses, mempercepat proses perizinan, dan meningkatkan transparansi pelayanan. Namun, implementasinya belum sepenuhnya optimal akibat kesenjangan literasi digital, keterbatasan akses perangkat dan jaringan internet, kompetensi teknologi sebagian aparatur, serta budaya masyarakat yang masih mengandalkan pelayanan tatap muka. Penguatan literasi digital, kapasitas aparatur, infrastruktur teknologi, dan pendampingan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pelayanan perizinan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Persepsi Tenaga Kesehatan Pada Sistem Aplikasi Digital Dalam Penerbitan Izin Praktek Di Mal Pelayanan Publik Kota Manado Weln Fernandes Sielvia Weol; Femmy M. G Tulusan; Very Y Londa; Johny R. E Tampi; Grace Jane Waleleng
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2056-2070

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan pemerintah. Salah satu implementasinya adalah penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIP2T) pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Manado dalam proses penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi tenaga kesehatan terhadap penggunaan aplikasi SIP2T berdasarkan dua konstruk utama Technology Acceptance Model (TAM), yaitu Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Perceived Usefulness merupakan faktor yang paling dominan dalam membentuk penerimaan aplikasi SIP2T. Tenaga kesehatan menilai aplikasi ini mampu menyederhanakan prosedur birokrasi, mempercepat penerbitan Surat Izin Praktik, meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi biaya administrasi dan kunjungan langsung ke kantor pelayanan, serta meningkatkan transparansi melalui fitur real-time tracking. Sebaliknya, dimensi Perceived Ease of Use masih menghadapi berbagai kendala, antara lain navigasi aplikasi yang kurang intuitif, mekanisme pengunggahan dokumen yang kompleks, fitur error handling yang belum informatif, serta gangguan stabilitas sistem. Hambatan tersebut lebih banyak dirasakan oleh tenaga kesehatan senior yang memiliki literasi digital relatif lebih rendah sehingga masih memerlukan pendampingan melalui layanan helpdesk dan PC Corner. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan organisasi dan kualitas teknologi, tetapi juga oleh manfaat nyata yang dirasakan pengguna serta kemudahan dalam mengoperasikan sistem. Oleh karena itu, penyempurnaan antarmuka aplikasi, peningkatan reliabilitas sistem, penguatan interoperabilitas data, dan pengembangan program literasi digital menjadi strategi penting untuk meningkatkan penerimaan teknologi serta mewujudkan pelayanan publik digital yang efektif, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.