Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN OBAT HERBAL DIDESA HILISANGOWO’LA KECAMATAN LOLOMATUA Adam Smith Bago; Silvin Yanti Laia; Intan Bestari Bu’ulolo; Intra Damai Jaya Halawa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat pada ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) serta peluang pemanfaatannya sebagai bahan dasar pengembangan obat herbal di Desa Hilisangowo’la, Kecamatan Lolomatua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi sederhana di lapangan. Penelitian ini didukung oleh kajian pustaka terkait kandungan senyawa aktif pada kulit manggis serta pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah mengenai kandungan senyawa bioaktif kulit manggis, seperti xanton, flavonoid, dan tanin, serta hasil observasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Hilisangowòla Kecamatan Lolomatua tentang pemanfaatan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai antioksidan masih rendah hingga sedang. Kulit manggis dapat diolah secara sederhana menjadi ekstrak herbal yang berpotensi sebagai minuman kesehatan. Ekstrak ini berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Penggunaannya memberikan efek positif seperti tubuh terasa lebih segar dan lebih bugar, meskipun tingkat efektivitasnya berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit manggis (Garcinia mangostana) memiliki potensi besar sebagai bahan pengembangan obat herbal alami karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan melalui metode eksperimen dan uji klinis untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta dosis penggunaan ekstrak kulit manggis agar dapat dikembangkan menjadi obat herbal yang lebih terstandar. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami secara tepat sebagai alternatif pengobatan yang aman dan ramah lingkungan.