Enis Auliyaillah
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE ETHICS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN FACING LEARNING IN THE DIGITAL ERA AT MTS MIFTAHUL ANWAR Enis Auliyaillah; Robiatul Adawiyah; Imam Buchori; Widiyana; Abd. Mukid
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8455

Abstract

The rapid advancement of digital-based tools has triggered fundamental and far‑reaching changes within the education system, including the way material is delivered in Islamic Religious Education (IRE). On one hand, these developments bring significant conveniences: access to knowledge has never been broader, various supporting learning resources are readily available, and the connection between educators and students has grown increasingly close. Yet, behind all these benefits lie considerable challenges most notably regarding the preservation of moral values and proper conduct. This reality demands that IRE teachers possess dual capabilities: they must be skilled in operating digital facilities, while also remaining adept at instilling noble principles aligned with Islamic teachings. This study aims to examine how professional ethics are viewed within the framework of Islamic education, identify measures that can be taken to strengthen these ethical standards in the modern era, and illustrate how they are practically implemented in teaching and learning activities at MTs Miftahul Anwar. The research adopts a qualitative approach with a descriptive design. All data were gathered through direct observation, in‑depth interviews, and document review, and subsequently processed using an interactive analysis model consisting of data reduction, report compilation, and conclusion drawing. The findings confirm that ethical standards for IRE educators essentially represent a balanced combination of noble personal character, professional responsibility, and firm religious commitment all rooted directly in Islamic teachings. Reinforcing this moral foundation can be achieved through several concrete steps: understanding the norms governing behavior in digital spaces, serving as a role model by using technology correctly and wisely, presenting relevant and educational content, and consistently encouraging students to act politely and ethically whenever engaging with online media. Implementing these values has proven to yield positive outcomes regarding students’ habits in using technology; they become more disciplined, capable of filtering information critically, thoughtful in their actions, and fully accountable for their conduct. Based on these results, it can be concluded that embedding strong ethical values within IRE instruction plays a decisive role in shaping the character and identity of the younger generation, even amid the rapid technological progress of today’s world.
Pemanfaatan Facebook sebagai Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Blended Learning Enis Auliyaillah; Mad Sa’i
Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT.Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/jpipk.v1i2.1021

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kemajuan pesat dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya melalui pemanfaatan media sosial seperti facebook. Penelitian ini dimaksudkan guna untuk mengetahui pemanfaatan facebook sebagai alat bantu belajar interaktif serta pengaruhnya terhadap ketertarikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang dipakai bersifat kualitatif melalui teknik studi literatur serta pengamatan terhadap penggunaan facebook dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa facebook dapat dimanfaatkan secara efektif melalui fitur grup, diskusi, dan berbagi materi yang mendukung hubungan timbal balik antara pendidik dan murid. Di samping itu, pemanfaatan facebook mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta mempermudah akses terhadap materi pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa facebook memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran interaktif dengan dasar blended learning yang fleksibel dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran.
Implementasi Strategi Reinforcement Positif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI di MA Matsaratul Huda Pamekasan Enis Auliyaillah; Qorry ‘Aini Novelia; Emna Laisa; Widiyana; Aldky Rachman Firdaus
Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT.Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/jpipk.v1i2.1103

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi strategi reinforcement positif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI MA Matsaratul Huda, di mana rendahnya motivasi belajar disebabkan oleh metode pengajaran yang monoton dan minimnya partisipasi aktif peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian difokuskan pada implementasi reinforcement positif dalam bentuk verbal, non-verbal, dan simbolik, strategi guru dalam memberikan reinforcement positif, faktor pendukung dan penghambat implementasi reinforcement positif, serta dampaknya terhadap motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reinforcement positif secara terpadu melalui pujian verbal, non-verbal, perhatian personal, pemberian poin, dan penghargaan simbolik mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, partisipasi, kedisiplinan, serta antusiasme peserta didik dalam pembelajaran. Strategi guru dilakukan melalui penentuan perilaku target, penggunaan variasi reinforcement, konsistensi dan ketepatan waktu pemberian reinforcement, serta penyesuaian dengan karakter peserta didik. Keberhasilan implementasi reinforcement positif didukung oleh kemampuan guru, motivasi peserta didik, alokasi waktu pembelajaran, dan dukungan keluarga, serta faktor penghambat yang meliputi kurangnya perhatian orang tua, rendahnya kesadaran peserta didik, dan minimnya minat belajar. Penerapan reinforcement positif juga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, nyaman, dan menyenangkan sehingga berdampak positif terhadap perkembangan moral dan emosional peserta didik. Temuan penelitian ini selaras dengan teori behaviorisme B.F. Skinner yang menekankan bahwa perilaku dapat dibentuk melalui pemberian reinforcement positif secara berkelanjutan. Sehingga strategi reinforcement positif direkomendasikan sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.