Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi "Gampong Sehat": Pemberdayaan Relawan Dosen, Mahasiswa dan Warga dalam Pembersihan Lingkungan dan Sanitas Pasca Banjir di Pidie Jaya Iqbal; Hayatun Rahmi; Yuni Saputri; Nofiana S; Fahrizal; Zakaria H. M. Yusuf; Syahru Ramadhan; Syafriadi; Muhammad; Nurfazura
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v4i2.903

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan berdampak terhadap kerusakan lingkungan, terganggunya sanitasi, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Kondisi pasca banjir di Desa Dayah Kruet menunjukkan adanya penumpukan sampah, saluran drainase tersumbat, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) “Aksi Gampong Sehat” bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi lingkungan pasca banjir melalui pendekatan partisipatif dan edukatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lapangan, gotong royong pembersihan lingkungan, edukasi sanitasi dan PHBS, serta permainan edukatif tebak huruf untuk anak-anak. Kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat Desa Dayah Kruet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa gotong royong berhasil membersihkan lingkungan dari lumpur dan sampah serta memperlancar saluran drainase. Edukasi sanitasi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan air bersih pasca banjir. Selain itu, permainan tebak huruf mampu meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kebersihan lingkungan dan kesehatan melalui metode belajar sambil bermain. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan serta meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan
Figurative language in ritual verse: Linguistic and cultural perspective on Syair Manoe Pucok Nofiana Nofiana; Nurjannah Nurjannah; Hayatun Rahmi; Jihan Almira
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42190

Abstract

Syair Manoe Pucok is a key part of the Manoe Pucok purification ceremony. It serves both as a form of art and as an expression of parental care, offering moral lessons to the younger generation. However, despite its importance, the linguistic and stylistic aspects of this syair have received little scholarly attention. This study, therefore, aims to analyze the types of figurative language used in Syair Manoe Pucok and to interpret their cultural and pedagogical meanings. Employing a mixed-method approach, the research integrates linguistic-stylistic analysis with ethnographic interpretation. Data were collected from authentic syair lyrics performed by cultural practitioners in Aceh Barat Daya, supported by semi-structured interviews. The procedures included transcription, translation, coding of figurative expressions, stylistic analysis of poetic structures, and cultural interpretation validated through triangulation. The findings reveal four types of figurative language: symbolism (65%), metaphor (20%), hyperbole (10%), and personification (5%), with symbolism dominating the discourse. These stylistic devices function as more than decorative language; they embody purification, blessings, and parental counsel, reinforcing communal identity and moral values. In conclusion, Syair Manoe Pucok emerges as both an aesthetic expression and an educational medium, sustaining cultural continuity while strengthening spiritual and emotional bonds within Acehnese society.