Mohammad Fajar Firdaus
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Keterampilan Atlet Pencak Silat Usia Dini Satria Muda Indonesia Kota Semarang Mohammad Fajar Firdaus; Ahad Agafian Dhuha; Muhammad Muhibbi
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i2.7645

Abstract

Sebagai dasar untuk evaluasi pembinaan menuju kejuaraan, profil keterampilan atlet pencak silat usia dini Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI) Kota Semarang dipelajari melalui penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik pengukuran dan tes. Penelitian ini melibatkan 15 atlet yang berusia antara 6 dan 12 tahun yang dipilih melalui sampling purposive. Atlet-atlet ini dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam kejuaraan. Alat yang digunakan termasuk Kicking pad, cone, stopwatch, catatan, dan norma Keterampilan pencak silat. Data dikategorikan ke dalam lima tingkat penilaian dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori baik hingga sangat baik dalam hal kecepatan tendangan, terutama tendangan T. Namun, hasil tes kelincahan tendangan menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori kurang atau cukup, dan hasil tes koordinasi serangan menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori kurang atau cukup. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan gerak eksplosif seseorang tidak seimbang dengan kemampuan gerak kompleks, yang mencakup perubahan arah, keseimbangan dinamis, dan integrasi gerakan tangan-kaki secara konsisten. Untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam situasi pertandingan, program latihan harus fokus pada pengembangan keterampilan dasar terintegrasi seperti kecepatan, kelincahan, dan koordinasi, yang merupakan komponen penting dari penguasaan teknik dan strategi bertanding. Ini didasari oleh perspektif biomotorik dan Fundamental Movement Skills (FMS).
Sosialisasi Peningkatan Kesehatan dan Kebugaran Jasmani pada Siswa Pondok Pesantren Al-Mukmin Tembarak Kabupaten Temanggung Ahad Agafian Dhuha; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Mohammad Fajar Firdaus
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 3 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rendahnya aktivitas fisik dan kebugaran pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, serta gangguan kesehatan lainnya. Permasalahan tersebut juga berkaitan dengan kesehatan mental, mengingat prevalensi depresi pada remaja masih cukup tinggi, dengan proporsi depresi ringan sebesar 26,5%, depresi sedang 13,2%, dan depresi berat 11,8%. Aktivitas fisik dan olahraga berpotensi menjadi strategi promotif untuk meningkatkan kebugaran sekaligus mendukung kesehatan mental remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku hidup sehat dan strategi peningkatan kebugaran sebagai upaya mendukung pencegahan penyakit tidak menular dan gangguan kesehatan mental pada remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi mengenai perilaku hidup sehat serta metode peningkatan kebugaran. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala penilaian 0–100 sebelum dan setelah intervensi. Perubahan pengetahuan dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai minimum, maksimum, dan rata-rata. Hasil: Sebelum intervensi, skor pengetahuan siswa berkisar antara 50–75 dengan rata-rata 62,5. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, skor meningkat menjadi 75–90 dengan rata-rata 82,5. Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 20 poin atau 32%. Peningkatan juga terlihat pada skor minimum sebesar 50% dan skor maksimum sebesar 20%. Kesimpulan: Sosialisasi dan edukasi mengenai perilaku hidup sehat serta peningkatan kebugaran dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Penguatan edukasi dan pembiasaan aktivitas fisik pada remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari investasi kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia menuju generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Kata kunci: aktivitas fisik, edukasi kesehatan, kebugaran, perilaku hidup sehat, remaja _________________________________________________________ Abstract Background: Low physical fitness and insufficient physical activity among adolescents represent important public health concerns because they increase the risk of obesity, hypertension, cardiovascular disease, and other non-communicable diseases. These conditions may also have implications for adolescent mental health, particularly given the reported prevalence of mild (26.5%), moderate (13.2%), and severe (11.8%) depressive symptoms. Physical activity and exercise may provide a dual benefit by improving physical fitness and supporting psychological well-being. Objective: This community-based intervention aimed to improve adolescents’ knowledge of healthy lifestyle practices and strategies for maintaining and improving physical fitness as a foundation for disease prevention and mental health promotion. Method: The intervention was conducted among students at Al-Mukmin Islamic Boarding School, Tembarak, Temanggung, Indonesia, through structured health education and socialization focusing on healthy lifestyle practices and physical fitness improvement. Knowledge was assessed before and after the intervention using a questionnaire scored on a 0–100 scale. Descriptive analysis was performed using minimum, maximum, and mean scores, with changes in knowledge quantified as percentage improvement. Result: The baseline knowledge score ranged from 50 to 75, with a mean of 62.5. Following the intervention, scores increased to a range of 75–90, with a mean of 82.5. The mean score increased by 20 points, corresponding to a 32% improvement. The minimum and maximum scores increased by 50% and 20%, respectively, indicating an overall improvement in students’ understanding of healthy lifestyle practices and physical fitness. Conclusion: Structured health education focusing on healthy lifestyle practices and physical fitness was associated with improved knowledge among adolescents. Integrating health literacy with physical activity promotion in school and boarding-school settings may provide a feasible strategy for strengthening preventive health behaviors and supporting adolescents’ physical and mental well-being. Sustained and behavior-oriented interventions are warranted to translate improvements in knowledge into long-term healthy lifestyle practices. Keywords: adolescents, health education, health literacy, healthy lifestyle, physical activity, physical fitness