Sebagai dasar untuk evaluasi pembinaan menuju kejuaraan, profil keterampilan atlet pencak silat usia dini Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI) Kota Semarang dipelajari melalui penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik pengukuran dan tes. Penelitian ini melibatkan 15 atlet yang berusia antara 6 dan 12 tahun yang dipilih melalui sampling purposive. Atlet-atlet ini dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam kejuaraan. Alat yang digunakan termasuk Kicking pad, cone, stopwatch, catatan, dan norma Keterampilan pencak silat. Data dikategorikan ke dalam lima tingkat penilaian dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori baik hingga sangat baik dalam hal kecepatan tendangan, terutama tendangan T. Namun, hasil tes kelincahan tendangan menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori kurang atau cukup, dan hasil tes koordinasi serangan menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada dalam kategori kurang atau cukup. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan gerak eksplosif seseorang tidak seimbang dengan kemampuan gerak kompleks, yang mencakup perubahan arah, keseimbangan dinamis, dan integrasi gerakan tangan-kaki secara konsisten. Untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam situasi pertandingan, program latihan harus fokus pada pengembangan keterampilan dasar terintegrasi seperti kecepatan, kelincahan, dan koordinasi, yang merupakan komponen penting dari penguasaan teknik dan strategi bertanding. Ini didasari oleh perspektif biomotorik dan Fundamental Movement Skills (FMS).