Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hadist Tarbawi tentang Kewajiban Belajar dan Mengajar Profesional Jasmaludin Jasmaludin; Syabuddin Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kgvcyh96

Abstract

Hadis tarbawi mengenai kewajiban menuntut ilmu menunjukkan betapa Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan. Ilmu menjadi kunci peradaban dan belajar-mengajar adalah bagian dari ibadah. Oleh karena itu, setiap Muslim seharusnya menjadikan proses belajar dan mengajar sebagai bagian dari rutinitas hidup yang bernilai ibadah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi tentang belajar mengajar, untuk mengetahui tentang teks hadist belajar mengajar, untuk menganalisis hadist mengenai belajar mengajar dan untuk memahami tentang Implikasi Tarbawi (Pendidikan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Metode tersebut dipilih agar penelitian ini dapat menghasilkan suatu pemahaman yang komprehensif berdasarkan sumber-sumber data yang relevan.  Peneliti berfokus pada pembahasan secara umum menuju khusus yang diawali dengan penjelasan mengenai pengertian belajar dan mengajar kemudian membahas tentang teks hadist belajar mengajar, analisis hadist, serta implikasi hadits tarbawi. Hadist-hadist tarbawi tentang kewajiban belajar dan mengajar menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan Islam. Ia membentuk karakter, akhlak, dan intelektualitas peserta didik, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya literasi, dialog, dan pengembangan ilmu yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.  
Metode Pembelajaran Rasulullah SAW: Analisis Hadis “Shallu Kama Ra'aytumuni Ushalli” Nelli Nelli; Syabuddin Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x2e78n94

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran Rasulullah SAW melalui analisis terhadap hadis "Shallu kama ra’aytumuni usalli" yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Hadis ini dipahami tidak hanya sebagai perintah ibadah, tetapi juga sebagai refleksi dari pendekatan pedagogis Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis matan, artikel ini menemukan bahwa Rasulullah SAW menggunakan metode keteladanan (uswah hasanah), pembelajaran visual-praktikal, serta pembelajaran berbasis pengalaman dan misi edukatif. Hasil kajian ini menegaskan bahwa metode pembelajaran Nabi sangat relevan untuk diadaptasi dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Dengan pendekatan yang holistik dan humanistik, Rasulullah SAW tampil sebagai model pendidik yang efektif dan inspiratif sepanjang masa.
Keluarga Sebagai Lingkungan Pendidikan Islam Analisis HR. Bukhari Nomor 1296 (Kullu Mauludin Yuladu ‘Ala Fithrati) Rifki Saputra; Syabuddin Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bbhab439

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan paling mendasar bagi perkembangan anak. Dalam konteks pendidikan Islam, keluarga memiliki peran krusial dalam membentuk kepribadian, moral, dan nilai-nilai keagamaan anak sejak dini. Penelitian ini membahas pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama dalam membentuk anak yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab. Berdasarkan kajian Al-Qur'an dan hadis, serta pemikiran para ahli pendidikan Islam, ditemukan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ibadah, akhlak, dan keterampilan hidup pada anak. Proses ini mencakup pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, dan keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat pendidikan agama yang ditanamkan dalam keluarga, semakin besar pengaruh positif terhadap perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga diharapkan dapat menjalankan fungsi pendidikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab agar anak tumbuh menjadi insan yang beriman, Berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat.