Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keluarga Sebagai Lingkungan Pendidikan Islam Analisis HR. Bukhari Nomor 1296 (Kullu Mauludin Yuladu ‘Ala Fithrati) Rifki Saputra; Syabuddin Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bbhab439

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan paling mendasar bagi perkembangan anak. Dalam konteks pendidikan Islam, keluarga memiliki peran krusial dalam membentuk kepribadian, moral, dan nilai-nilai keagamaan anak sejak dini. Penelitian ini membahas pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama dalam membentuk anak yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab. Berdasarkan kajian Al-Qur'an dan hadis, serta pemikiran para ahli pendidikan Islam, ditemukan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ibadah, akhlak, dan keterampilan hidup pada anak. Proses ini mencakup pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, dan keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat pendidikan agama yang ditanamkan dalam keluarga, semakin besar pengaruh positif terhadap perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga diharapkan dapat menjalankan fungsi pendidikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab agar anak tumbuh menjadi insan yang beriman, Berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Peran Usmani dalam Pembentukan Pemerintahan Konstitusional di Turki Usmani Rifki Saputra; Sri Suyanta
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wc2ryn20

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi intelektual gerakan Usmani Muda dalam proses pembentukan pemerintahan konstitusional di Kesultanan Utsmani pada paruh kedua abad ke-19, dengan fokus pada tiga tokoh sentral: Ibrahim Sinasi, Ziya Pasya, dan Namik Kemal. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, kajian ini menelusuri bagaimana ketiga tokoh tersebut merumuskan gagasan-gagasan konstitusionalisme yang menggabungkan pemikiran politik modern Barat dengan nilai-nilai Islam. Ibrahim Sinasi menyebarluaskan ide tentang hak-hak sipil, opini publik, dan pemerintahan konstitusional melalui media tertulis. Ziya Pasya menekankan pentingnya lembaga perwakilan rakyat serta perlunya menyesuaikan sistem pemerintahan modern dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Sementara itu, Namik Kemal memperjuangkan konsep kedaulatan rakyat, sistem perwakilan, dan pemisahan kekuasaan, serta memberikan kontribusi langsung terhadap penyusunan Undang-Undang Dasar 1876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum berhasil mengubah struktur pemerintahan secara langsung, pemikiran para tokoh Usmani Muda telah membentuk landasan penting bagi transisi menuju sistem pemerintahan konstitusional dan modern di Turki.