Fausiah
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Integratif Adhrūb dan Aghrāḍ al-Khabar dalam Al-Qur'an: Perspektif ʿIlm al-Maʿānī Amar Ma’ruf; Fathimah Azzahra Ilyas; Fausiah; Haniah Mukhtar
Justice Legislation and Crime Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jlc.v2i1.8799

Abstract

Kajian tentang uslūb al-khabar dalam Al-Qur'an selama ini cenderung dilakukan secara parsial, baik yang hanya berfokus pada bentuk penyampaian (aḍrūb al-khabar) maupun tujuan retorisnya (aghrāḍ al-khabar), sehingga belum menghasilkan gambaran yang integratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara aḍrūb dan aghrāḍ al-khabar dalam membangun makna retoris Al-Qur'an melalui perspektif ʿilm al-maʿānī. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis library research dengan pendekatan balāghah, menggunakan teknik purposive sampling secara tematik (mawḍūʿī) terhadap tujuh unit analisis dari tujuh surah. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, khabar ibtidā'ī tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi baru (fā'idat al-khabar), tetapi secara konsisten mengandung tujuan lanjutan berupa al-amr dan al-nahy secara implisit, sehingga berperan sebagai instrumen pembentukan etika dan perilaku. Kedua, khabar ṭalabī menunjukkan fleksibilitas tujuan yang dapat membawa fā'idat al-khabar maupun lāzim al-fā'idah, bergantung pada kondisi epistemologis mukhāṭab. Ketiga, khabar inkārī secara konsisten menggabungkan fungsi informatif dengan al-taḥdhīr melalui eskalasi perangkat taukīd yang proporsional dengan tingkat pengingkaran mukhāṭab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara aḍrūb dan aghrāḍ al-khabar bersifat sistematis dan adaptif, mencerminkan prinsip muqtaḍā al-ḥāl yang menjadikan Al-Qur'an sebagai sistem komunikasi ilahiah yang dirancang secara presisi untuk memengaruhi dimensi kognitif, afektif, dan perilaku mukhāṭab secara sekaligus.