Ismoyo Sekar Prastin
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pengawasan Bawaslu DKI Jakarta dalam Menangani Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pilkada 2024 di DKI Jakarta Tiara Julianti Haryanto; Bintang Aura Mayesa Putri; Ismoyo Sekar Prastin; Muhammad Akbar Rahmadhani; Bagus Dwi Andhika; Jerry Indrawan; Aqil Teguh Fathani
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.6034

Abstract

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan prinsip fundamental dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang demokratis dan berintegritas. Namun, pelanggaran terhadap prinsip ini masih kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sebagaimana tercermin dari 433 laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN yang tercatat secara nasional selama Pilkada Serentak 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk indikasi pelanggaran netralitas ASN, menganalisis mekanisme pengawasan Bawaslu DKI Jakarta, serta menilai efektivitas pengawasan tersebut dalam konteks Pilkada 2024 di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Anggota Bawaslu DKI Jakarta selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, sedangkan data sekunder bersumber dari studi pustaka dan dokumen regulasi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori pengawasan Mockler (1972) dan teori efektivitas organisasi Steers (1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran netralitas ASN terbagi atas pelanggaran berbasis media sosial dan keterlibatan fisik dalam kampanye. Mekanisme pengawasan Bawaslu DKI Jakarta mencakup penetapan standar, pengukuran kinerja melalui patroli dan pemantauan digital, perbandingan dengan standar regulasi, serta tindakan korektif preventif dan represif. Secara keseluruhan, pengawasan Bawaslu DKI Jakarta dinilai efektif dalam dimensi pencegahan, yang dibuktikan dengan tidak ditemukannya pelanggaran netralitas ASN selama Pilkada 2024. Keberhasilan ini didukung oleh strategi sosialisasi masif, adaptasi terhadap dinamika digital, serta faktor eksternal seperti karakteristik sosial Jakarta dan tingkat kesejahteraan ASN yang relatif tinggi.
Analisis Pemilihan Cak Lontong sebagai Ketua Tim Sukses Pramono Anung - Rano Karno dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 Revalyza Misbah; Mega Arinda Pramessella; Zahra Hanifah Salma; Ismoyo Sekar Prastin; Tias Rahma Dewi; Abdul Ghofur
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i1.221

Abstract

The aim of this study is to examine the political strategy of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan) in the 2024 Jakarta gubernatorial election (Pilkada DKI Jakarta) through the appointment of Cak Lontong as the campaign manager for the Pramono Anung – Rano Karno ticket. This research analyzes the selection of Cak Lontong, a public figure with an entertainment background, as part of a political campaign strategy. His appointment is particularly interesting to study as it reflects the phenomenon of celebrity involvement in electoral contests in Indonesia, especially in urban areas such as Jakarta. This study adopts a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the strategic considerations behind PDI Perjuangan’s choice of Cak Lontong, as well as his role in shaping an inclusive, communicative, and community-oriented campaign image. The findings indicate that Cak Lontong’s selection was not solely based on his popularity as a comedian, but also influenced by other factors such as integrity, political communication skills, and educational background. With these various considerations, his appointment as campaign manager successfully created a campaign atmosphere that was relaxed yet meaningful, bridging the party’s political messages through a lighthearted and educational delivery style. This strategy reflects PDI Perjuangan’s adaptation to the political dynamics of urban areas, which require a more communicative approach while still maintaining leadership quality. This research shows that the combination of popularity and competence can enhance a political party’s competitiveness without compromising the substance of its political message. Therefore, this study recommends that similar strategies be considered by other political parties to engage voters more effectively.