Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di Kabupaten Mamasa yang menghadapi tantangan geografis, tingginya turnover pegawai, dan keterbatasan pengembangan sumber daya manusia pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan terhadap kinerja ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey digunakan dengan melibatkan seluruh ASN dan PPPK aktif melalui metode total sampling (n = 78 orang), pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kompetensi (p = 0,041), motivasi kerja (p = 0,000), disiplin kerja (p = 0,000), dan pelatihan (p = 0,000) berhubungan signifikan dengan kinerja ASN. Namun, pada analisis multivariat hanya motivasi kerja (OR = 13,779; p = 0,003), disiplin kerja (OR = 8,734; p = 0,013), dan pelatihan (OR = 7,521; p = 0,018) yang tetap berpengaruh signifikan, sedangkan kompetensi tidak signifikan (OR = 6,834; p = 0,109). Motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja ASN. Model regresi logistik biner dinyatakan layak (Hosmer and Lemeshow p = 0,842), mampu menjelaskan 59,9% variasi kinerja ASN (Nagelkerke R Square = 0,599) dengan akurasi klasifikasi 89,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja ASN. Oleh karena itu, peningkatan motivasi kerja perlu diprioritaskan, disertai penguatan disiplin dan pelatihan