Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa Into Harahap; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1435

Abstract

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di Kabupaten Mamasa yang menghadapi tantangan geografis, tingginya turnover pegawai, dan keterbatasan pengembangan sumber daya manusia pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan terhadap kinerja ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey digunakan dengan melibatkan seluruh ASN dan PPPK aktif melalui metode total sampling (n = 78 orang), pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kompetensi (p = 0,041), motivasi kerja (p = 0,000), disiplin kerja (p = 0,000), dan pelatihan (p = 0,000) berhubungan signifikan dengan kinerja ASN. Namun, pada analisis multivariat hanya motivasi kerja (OR = 13,779; p = 0,003), disiplin kerja (OR = 8,734; p = 0,013), dan pelatihan (OR = 7,521; p = 0,018) yang tetap berpengaruh signifikan, sedangkan kompetensi tidak signifikan (OR = 6,834; p = 0,109). Motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja ASN. Model regresi logistik biner dinyatakan layak (Hosmer and Lemeshow p = 0,842), mampu menjelaskan 59,9% variasi kinerja ASN (Nagelkerke R Square = 0,599) dengan akurasi klasifikasi 89,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan pelatihan merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja ASN. Oleh karena itu, peningkatan motivasi kerja perlu diprioritaskan, disertai penguatan disiplin dan pelatihan
Analisis Pengaruh Stigma Sosial Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Di Wilayah Puskesmas Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Yusti Saruny; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Basyir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1466

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang ditandai dengan belum optimalnya angka keberhasilan pengobatan. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, di antaranya stigma sosial dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stigma sosial (stigma internal dan stigma eksternal) serta dukungan keluarga (dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasional) terhadap kepatuhan minum OAT pada pasien TB di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan di 11 puskesmas di Kabupaten Halmahera Barat. Sampel penelitian berjumlah 75 pasien TB yang dipilih berdasarkan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan proporsi jumlah pasien pada masing-masing Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma internal berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum OAT, sedangkan stigma eksternal tidak berpengaruh signifikan. Dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasional keluarga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum OAT. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan emosional merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan minum OAT (p = 0,001; OR = 40,365), diikuti oleh dukungan instrumental, dukungan informasional, dan stigma internal. Disimpulkan bahwa kepatuhan minum OAT pada pasien TB di Kabupaten Halmahera Barat lebih dipengaruhi oleh kondisi psikologis pasien dan kualitas dukungan keluarga, terutama dukungan emosional dan dukungan instrumental, dibandingkan oleh stigma eksternal.
Efektivitas Edukasi Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Dan Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Latambaga Kabupaten Kolaka Nurul Amalia; Diana Mirja Togubu; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1493

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dini, dengan prevalensi nasional yang masih tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan. Rendahnya kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi menjadi tantangan utama dalam penatalaksanaan penyakit ini, sehingga diperlukan pendekatan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga sebagai sistem dukungan terdekat penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol, melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan kontrol dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney U, dan Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kepatuhan kontrol tekanan darah pada kelompok intervensi setelah pemberian edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga (p=0,000), disertai penurunan tekanan darah sistolik (p=0,000) dan diastolik (p=0,000). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada seluruh variabel (p<0,001), serta ditemukan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kepatuhan kontrol tekanan darah (rs=0,547; p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga efektif meningkatkan kepatuhan kontrol dan menurunkan tekanan darah, sehingga dapat diadopsi sebagai strategi intervensi tambahan dalam program pengendalian hipertensi di Puskesmas.
Analisis Faktor Underweight Anak 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo Rhahminsyah Ismail; Muhammad Rifai; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1494

Abstract

Underweight merupakan salah satu indikator status gizi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya prevalensi underweight menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami kekurangan berat badan menurut umur akibat faktor asupan gizi, penyakit infeksi, kondisi lingkungan, dan faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan penyebab Underweight balita di wilayah kerja puskesmas tosora kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo pada bulan Mei–Juni 2026. Populasi penelitian Adalah ibu anak underweight 24-59 bulan sebanyak 63 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariat tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh (p = 1,000), sanitasi dan air bersih (p = 0,419), pengetahuan ibu (p = 0,227) terhadap Kejadian Underweight Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola asuh dengan nilai p-value (Sig.) = 0,767, sanitasi dan air bersih dengan p-value = 0,999), serta pendidikan ibu p-value = 0,999 menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian underweight, karena seluruh variabel independen memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
Analisis Indeks Eritrosit Dan Kadar Serum Feritin Sebagai Indikator Risiko Anemia Dalam Mendukung Pengembangan Program Promosi Kesehatan Di Rs Dr.Tadjuddin Chalid Makassar Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmawati Azis; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1511

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih memiliki prevalensi tinggi dan berdampak terhadap kualitas hidup serta produktivitas. Indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) serta kadar serum feritin merupakan parameter laboratorium yang berperan dalam deteksi dini anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran indeks eritrosit dan kadar serum feritin, hubungannya dengan kejadian anemia, serta pemanfaatannya dalam mendukung pengembangan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional menggunakan data sekunder rekam medis 1.500 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki nilai indeks eritrosit dan kadar serum feritin normal. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa MCV, MCH, MCHC, dan kadar serum feritin berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa MCV rendah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia (OR=5,31; 95% CI=3,95–7,21), diikuti MCH rendah (OR=3,31), kadar serum feritin rendah (OR=2,32), dan MCHC rendah (OR=1,84). Disimpulkan bahwa indeks eritrosit dan kadar serum feritin merupakan indikator yang berhubungan dengan kejadian anemia dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar deteksi dini serta pengembangan PKRS melalui skrining, edukasi kesehatan, konseling gizi, dan intervensi promotive bagi kelompok berisiko
Pengaruh Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat Tahun 2026 Bita Pammai; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1523

Abstract

Kebijakan Integrasi Layanan Primer merupakan strategi transformasi kesehatan nasional yang mengorganisasikan pelayanan Puskesmas berdasarkan pendekatan siklus hidup, namun implementasinya di wilayah 3T seperti Kabupaten Asmat menghadapi tantangan geografis rawa dan kepulauan yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan dan kepuasan pasien. Minimnya kajian empiris mengenai dampak ILP di Provinsi Papua Selatan menjadikan evaluasi implementasinya penting sebagai dasar advokasi kebijakan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh klaster layanan, alur pelayanan, SDM dan sumber daya, serta sistem informasi terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Agats. Desain penelitian bersifat kuantitatif dengan desain survei deskriptif-analitik pada 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil univariat menunjukkan 65 persen responden menyatakan puas terhadap pelayanan, dengan alur pelayanan (79%), sistem informasi (77%), SDM dan sumber daya (74%), dan klaster layanan (70%) dinilai baik. Analisis bivariat membuktikan keempat variabel berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien (p<0,05), sedangkan analisis multivariat menunjukkan alur pelayanan sebagai faktor paling dominan (Sig=0,000; Exp(B)=0,086), diikuti klaster layanan (Sig=0,002; Exp(B)=0,163), sedangkan SDM dan sumber daya (Sig=0,076) serta sistem informasi (Sig=0,055) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, dengan Nagelkerke R Square 0,483. Implementasi ILP terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, sehingga penguatan alur pelayanan dan struktur klaster perlu menjadi prioritas manajemen Puskesmas di wilayah terpencil.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Capaian Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan Grace Wieke Hitijahubessy Hitijahubessy; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah; Rahmawati Azis
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1559

Abstract

Tuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Capaian Case Detection Rate (CDR) TB di Kabupaten Pegunungan Bintang menunjukkan tren fluktuatif dan konsisten di bawah target nasional 70 persen, yakni 36,6 persen (2021), 24,4 persen (2022), 49,2 persen (2023), 34,3 persen (2024), dan 33,7 persen (2025), akibat kondisi geografis ekstrem dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi penemuan kasus, ketersediaan SDM kesehatan, sistem pencatatan dan pelaporan, ketersediaan alat diagnostik, dan akses diagnosis ke rumah sakit terhadap capaian CDR TB, serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori dan desain cross-sectional ini melibatkan seluruh 35 puskesmas sebagai sampel melalui total sampling, dengan 70 responden terdiri atas kepala puskesmas dan pemegang program TB; data dikumpulkan secara hybrid (daring-luring) dan dianalisis univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher's Exact Test), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan kelima variabel berhubungan signifikan dengan CDR TB (p=0,001; 0,002; 0,004; 0,001; 0,000), namun analisis multivariat mengalami kegagalan konvergensi sehingga faktor dominan belum dapat ditentukan secara valid. Kelima faktor tersebut konsisten berkontribusi terhadap rendahnya penemuan kasus TB di wilayah dengan tantangan geografis ekstrem. Penguatan strategi penemuan aktif, SDM, sistem pencatatan, sarana diagnostik, dan akses rujukan diperlukan secara simultan untuk meningkatkan CDR TB, disertai kajian lanjutan dengan model analisis yang lebih stabil.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kunjung Kembali Pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai Puji Rahayu; Muh. Ilyas Nur; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1560

Abstract

Keputusan pasien untuk kembali menggunakan pelayanan puskesmas tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan pengobatan, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan selama menerima pelayanan. Pelayanan yang aman, ramah, cepat, nyaman, dan tepat dapat menumbuhkan kepercayaan serta mendorong pasien untuk kembali memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi jaminan (assurance), empati (empathy), daya tanggap (responsiveness), penampilan fisik (tangible), dan keandalan (reliability) terhadap minat kunjung kembali pasien di Puskesmas Borong Kompleks Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik. Populasi penelitian berjumlah 679 pasien, sedangkan sampel sebanyak 87 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan multivariat menggunakan regresi linear berganda, uji t parsial, serta uji F simultan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden, yaitu 87 orang (100%), menyatakan bersedia melakukan kunjungan kembali. Secara parsial, jaminan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali (t=4,382; p=0,003), empati (t=5,901; p=0,000), daya tanggap (t=3,270; p=0,008), penampilan fisik (t=2,112; p=0,003), dan keandalan (t=2,469; p=0,001). Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan juga berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung kembali pasien (F=9,906; p=0,007). Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam membentuk minat pasien untuk kembali menggunakan pelayanan di Puskesmas Borong Kompleks. Peningkatan kompetensi petugas, kepedulian, kecepatan pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta ketepatan pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kepercayaan pasien.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Kerja Pada Penanganan Limbah Medis Di RSUD Dr. Chasan Boesoiri Ternate Sahril Amin; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1577

Abstract

Penanganan limbah medis yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, paparan bahan infeksius, serta gangguan kesehatan bagi petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keselamatan kerja pada penanganan limbah medis di RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 petugas. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP),variabel dependen adalah keselamatan kerja dalam penanganan limbah medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,028), ketersediaan APD (p=0,000), dan kepatuhan SOP (p=0,000) dengan keselamatan kerja. Hasil analisis multivariat menunjukkan pengetahuan (p=0,048; OR=16,022), sikap (p=0,008; OR=52,964), ketersediaan APD (p=0,003; OR=51,259), dan kepatuhan SOP (p=0,016; OR=46,234) berhubungan signifikan dengan keselamatan kerja. Model memiliki nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,879. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, dan kepatuhan SOP berhubungan dengan keselamatan kerja dalam penanganan limbah medis. Rumah sakit disarankan meningkatkan pelatihan, memastikan kelengkapan APD, serta memperkuat monitoring kepatuhan terhadap SOP.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Penyakit Pada Pasien PTM Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo: Analysis of Factors Influencing the Occurrence of Non-Communicable Diseases (NCDs) Among Patients in the Jailolo City Community Health Center (Puskesmas) Working Area Elok Dian Kusumawati Gather; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1608

Abstract

Penyakit (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia maupun di Indonesia, sementara data awal di wilayah kerja Puskesmas Kota Jailolo menunjukkan proporsi besar pasien PTM memiliki lebih dari dua faktor risiko yang dapat dimodifikasi secara bersamaan, namun intervensi berbasis gaya hidup yang terstruktur belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur terhadap kejadian Penyakit pada pasien PTM, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 133 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin; data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (IPAQ-SF, FFQ, PSS-10, dan PSQI) serta telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel tetap berpengaruh secara bermakna setelah dikontrol satu sama lain, yaitu aktivitas fisik (OR=0,229; p=0,001), pola makan (OR=0,151; p=0,000), tingkat stres (OR=0,333; p=0,015), dan kualitas tidur (OR=0,348; p=0,018), dengan pola makan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian Penyakit. Aktivitas fisik, pola makan, tingkat stres, dan kualitas tidur berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian penyakit pada pasien PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jailolo, dengan pola makan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mendukung penguatan intervensi promotif-preventif berbasis Posbindu PTM dan Prolanis yang berfokus pada perbaikan pola makan bersamaan dengan peningkatan aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan kualitas tidur di wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan