Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Kemampuan Komunikasi dan Kepercayaan Diri Siswa SMK Jayawisata 2 Jakarta Timur melalui Program Pelatihan Berbicara di Depan Umum Rahmadiana Rahmadiana; Wahab Afwan; Salim -
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 7 No 2: JULI 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/21ecnz93

Abstract

Tuntutan era digital mengharuskan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membekali diri dengan kemampuan komunikasi yang memadai, terutama keterampilan berbicara di depan umum (public speaking). Kenyataannya, sebagian besar siswa masih menghadapi hambatan ketika harus tampil berbicara di hadapan banyak orang, di antaranya rasa minder, kecemasan, serta ketidakmampuan menyusun dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan komunikasi siswa melalui program pelatihan public speaking. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kampus SWINS pada pekan pertama Mei 2026, diikuti oleh 40 siswa beserta 2 guru pendamping yang berasal dari SMK Jayawisata 2, Jakarta Timur. Pendekatan yang diterapkan bersifat edukatif dan partisipatif, mencakup pemaparan materi, sesi diskusi interaktif, latihan praktik, simulasi presentasi, hingga pengukuran hasil melalui pretest dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh indikator penilaian peserta mengalami peningkatan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 62 (pretest) menjadi 84 (post-test). Peningkatan paling signifikan tercatat pada aspek kepercayaan diri ketika tampil berbicara di muka umum. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan public speaking berperan efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan soft skills siswa sebagai persiapan menghadapi tuntutan dunia kerja di era digital.  
Commodification of Padel Sports as A Culture of Capitalism and Personal Branding on Instagram Rahmadiana Rahmadiana; Dani Siswardhani Wahjono
Feedback International Journal of Communication Vol. 2 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v2i4.215

Abstract

The rapid expansion of digital platforms has transformed sport from a physical and recreational practice into a symbolic and economic resource within digital capitalism. In Indonesia, padel has emerged as a lifestyle sport closely associated with urban elites and Instagram-based self-presentation. This study examines how padel is commodified as a cultural practice and mobilized as a personal branding strategy through visual representations on Instagram. This research adopts a qualitative approach using digital visual content analysis. Data consist of Instagram posts related to padel activities uploaded by Indonesian influencers and public figures between April and July 2025. The analysis integrates Roland Barthes’ semiotic framework to examine denotative, connotative, and mythic meanings, alongside Mosco’s political economy of communication to contextualize these representations within the structural logic of digital capitalism. The findings reveal that padel is represented less as a competitive sport and more as a cultural commodity embedded in luxury consumption, aesthetic coherence, and emotional display. Visual elements such as premium venues, branded equipment, fashionable attire, and expressions of joy and confidence construct padel as a marker of prestige, modernity, and social distinction. Influencers strategically integrate padel into lifestyle narratives, transforming leisure activities into symbolic and economic capital within Instagram’s attention economy. These findings indicate that padel functions as a performative space where identity, emotion, and consumption intersect under platform capitalism. The commodification of padel reflects broader dynamics of cultural and emotional capitalism, in which emotions and authenticity are instrumentalized for visibility and engagement.