Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian Nilai Keramat Kanemoton sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel David Laiyan; Welhelmina Jeujanan; Antonius Nggewaka; Syahrabudin Husein Enala; Nikolaus Aneyap
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 3 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial
Fungsi Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pemeliharaan Drainase Di Distrik Merauke Putri Handayani; Welhelmina Jeujanan; Samuel Atbar
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Merauke dalam pemeliharaan drainase di Distrik Merauke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menganalisis fungsi Dinas PUPR Kabupaten Merauke berdasarkan Peraturan Bupati No. 94 Tahun 2018 yang berisikan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan, dan pelaksanaan administrasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perumusan kebijakan ditentukan oleh ketepatan dalam mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, namun masih dibutuhkannya sumber daya yang memadai. Masih dibutuhkannya kolaborasi aktif masyarakat terhadap pelaksanaan kebijakan dan evaluasi pemeliharaan. Selain dari jadwal kegiatan operasional Dinas PUPR dalam pemeliharaan drainase, masyarakat juga harus turut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan terkhususnya saluran drainase lingkungannya. Selanjutnya, dalam evaluasi dan pelaporan, selain dari sinergi antara sistem pengawasan Dinas PUPR, masyarakat juga dapat menjadi kolaborator dalam penyampaian informasi dan pengawasan kondisi drainase sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan drainase dan pelayanan publik. Selanjutnya, dalam pelaksanaan adminsitrasi Dinas PUPR didukung oleh kombinasi antara sistem kerja yang terjadwal namun tetap fleksibel dan pengelolaan administrasi yang terstruktur dan akuntabel.