Adinda Salisa Rahma
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Humor, Ethics, and Religious Authority in Digital Da’wah: A Comparative Study of Gus Elham and Gus Miftah Fatmawati Agustine; Adinda Salisa Rahma; Dendy Wahyu Subekti; Khalimatu Nisa
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v4i1.10622

Abstract

Humor menjadi strategi dakwah digital untuk menarik perhatian, membangun kedekatan emosional, dan mempermudah penerimaan pesan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan efektivitas humor dalam dakwah Gus Elham dan Gus Miftah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana terhadap materi ceramah kedua tokoh yang diperoleh melalui dokumentasi tayangan dakwah digital. Data dianalisis berdasarkan pola humor, konteks penyampaian, respons audiens, serta keterkaitannya dengan pesan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor berfungsi untuk menarik perhatian, mencairkan suasana, memperkuat kedekatan emosional, menyederhanakan pesan agama, serta mengurangi resistensi terhadap materi yang dianggap berat. Efektivitas humor dipengaruhi oleh kesesuaian konteks, karakter audiens, serta kemampuan dai dalam menjaga batas-batas etis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi dakwah dengan menegaskan bahwa humor yang proporsional dan kontekstual dapat menjadi strategi persuasi yang relevan, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi dai dalam merancang pesan digital yang komunikatif tanpa mengurangi substansi ajaran Islam.   Humor serves as a digital da’wah strategy to attract attention, build emotional connection, and facilitate the acceptance of religious messages. This study aims to analyze the forms, functions, and effectiveness of humor in the da’wah of Gus Elham and Gus Miftah. The study employs a descriptive qualitative approach using discourse analysis on the sermon materials of both figures, obtained from recordings of digital da’wah broadcasts. The data were analyzed based on patterns of humor, delivery context, audience responses, and their relevance to religious messages. The results indicate that humor attracts attention, lightens the mood, strengthens emotional connection, simplifies religious messages, and reduces resistance to material considered heavy or difficult. The effectiveness of humor is influenced by contextual appropriateness, audience characteristics, and the preacher’s ability to maintain ethical boundaries. This study contributes to the development of da’wah communication research by affirming that proportionate and contextual humor can serve as a relevant persuasive strategy, while also providing a practical reference for da’wah preachers in designing communicative digital messages without compromising the substance of Islamic teachings.