Mursyid Habib
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Empati Sejarah dalam Narasi Teks Reflektif Buku Teks Sejarah SMA Kelas XI Kurikulum Merdeka Mursyid Habib; Rhoma Dwi Aria Yuliantri; Ersya Maisarah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v9i1p148-160

Abstract

Pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam mengembangkan empati sejarah (historical empathy) di era digital yang terpolarisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis representasi lima nilai empati sejarah serta menguji kualitas narasi reflektif dalam buku teks Sejarah SMA Kelas XI Kurikulum Merdeka terbitan Kemendikbud. Melalui metode studi literatur dan analisis isi (content analysis), data diuji menggunakan validitas semantik dan reliabilitas stabilitas. Hasil penelitian mengidentifikasi 29 unit narasi reflektif dengan keterbatasan serius. Kode A (perspektif kontekstual) mendominasi dengan 22 narasi, namun Kode B (sumber primer) tidak ditemukan sama sekali (0%), dan Kode C (imajinasi simpatik) hanya terpenuhi pada 7 narasi yang mayoritas diletakkan pada instruksi aktivitas. Selain itu, distribusi nilai tidak proporsional, di mana nilai peduli sosial paling dominan sementara toleransi dan cinta damai sangat terbatas. Disimpulkan bahwa buku teks ini belum optimal sebagai media mandiri pembentuk empati sejarah di tengah transisi kebijakan ke Profil Lulusan (Permendikdasmen No. 10/2025). Implikasinya, pengembangan buku teks masa depan wajib mengintegrasikan sumber primer autentik dan penguatan narasi imajinatif langsung di dalam teks utama.
Relasi Kurikulum dan Kekuasaan Politik: Analisis Kritis Kurikulum 1964 di Indonesia: The Relation Between Curriculum and Political Power: A Critical Analysis of the 1964 Curriculum in Indonesia Mursyid Habib; Zulkarnain
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.6549

Abstract

Kajian ini menganalisis relasi kritis antara desain kurikulum dan otoritas politik, dengan fokus pada instrumentalisasi Kurikulum 1964 pada era Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Secara historis, kajian mengenai kurikulum ini didominasi oleh narasi deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan yang dipadukan dengan analisis konten kritis, studi ini mengkaji bagaimana rezim mengintegrasikan ideologinya ke dalam sistem pendidikan. Melalui pembingkaian analisis menggunakan lensa kritis Michael Apple, Louis Althusser, Paulo Freire, dan Henry Giroux, temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum tersebut ditransformasikan dari sebuah kerangka pedagogis menjadi teknologi politik yang bertujuan untuk mengamankan hegemoni penguasa melalui ketetapan negara dan program indoktrinasi. Konsekuensinya, potensi holistik dari sistem Pancawardhana tereduksi menjadi aparatus ideologis. Pada akhirnya, kajian ini membuktikan bahwa kerentanan kurikulum bersumber dari ketergantungan strukturalnya pada kekuasaan politik yang bersifat sementara, alih-alih pada fondasi pedagogis yang otonom.