Abd. Basir Abbas
Mulawarman University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN KARAKTERISTIK SOAL LATIHAN DENGAN KERANGKA AKM PADA BUKU TEKS MATEMATIKA SMA KELAS XI Syalsabilla Zahira Yasmin Pertiwi; Abd. Basir Abbas; Achmad Muhtadin; Nanda Arista Rizki
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3tfp7p36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian karakteristik soal latihan pada buku matematika terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Erlangga dengan kerangka AKM. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya buku teks sebagai sumber belajar utama yang dapat mendukung pengembangan kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa soal-soal latihan pada buku yang dianalisis berdasarkan aspek konten, konteks, proses kognitif, dan bentuk soal sesuai dengan kerangka AKM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengodean yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian soal dengan kerangka AKM pada buku Kemendikbud sebesar 40% (40 dari 100 soal) dan pada buku Erlangga sebesar 18% (87 dari 476 soal). Pada aspek konten dan konteks, sebagian besar soal pada kedua buku telah sesuai dengan kerangka AKM. Pada aspek proses kognitif, buku Kemendikbud didominasi oleh level penerapan sebesar 30%, sedangkan buku Erlangga didominasi oleh level pemahaman sebesar 86%. Sementara itu, pada aspek bentuk soal, kedua buku didominasi oleh bentuk pilihan ganda dan uraian, serta belum sepenuhnya mencerminkan keberagaman bentuk soal AKM. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kesesuaian soal latihan dengan kerangka AKM pada buku Kemendikbud lebih tinggi dibandingkan buku Erlangga, ditinjau dari persentase soal yang memenuhi keempat aspek karakteristik AKM.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI SELF-EFFICACY KELAS X DI SMA NEGERI 9 SAMARINDA Rizky Ramadhan; Rusdiana Rusdiana; Petrus Fendiyanto; Abd. Basir Abbas
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hhdhsz05

Abstract

Pembelajaran persamaan kuadrat cenderung menekankan aspek prosedural dibandingkan pemahaman konsep, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tinggi rendahnya tingkat Self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat ditinjau dari tingkat Self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tahapan Kastolan (kesalahan konseptual, prosedural, dan teknik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 9 Samarinda yang berjumlah 6 siswa yang dipilih secara purposive sampling dari 28 siswa berdasarkan hasil angket Self-efficacy. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan angket Self-efficacy (18 pernyataan, reliabilitas Cronbach's Alpha 0,785), soal tes tertulis persamaan kuadrat (4 soal, validitas r > 0,349, reliabilitas 0,652), wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy tinggi yaitu melakukan kesalahan konseptual semu (pseudo-conceptual) dan kesalahan teknik. Tingginya Self-efficacy mendorong subjek tetap menyelesaikan semua soal yang diberikan walaupun tidak mengerti alasan dari langkah yang dilakukan. (2) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy sedang yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Kelompok ini berani mencoba semua soal yang diberikan walaupun terjebak pada kesalahan prosedural. (3) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy rendah yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik, dengan dominasi pada kesalahan konseptual. Rendahnya Self-efficacy siswa cenderung melakukan kecurangan akademik dan menggunakan bantuan eksternal. Kesimpulan penelitian ini adalah profil kesalahan siswa berbeda secara kualitatif pada setiap tingkat Self-efficacy, sehingga guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan prosedur tetapi juga penguatan konsep dan keyakinan diri siswa.