Rusdiana Rusdiana
Mulawarman University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL DAN GBL PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI Hasmidar Hasmidar; Abd. Basir Abbas Abd. Basir Abbas; Rusdiana Rusdiana; Kurniawan Kurniawan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/y1dbgp03

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Game Based Learning (GBL) pada materi relasi dan fungsi kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda, yang terdiri dari lima kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Adapun sampel terpilih adalah kelas VIII C dan VIII D. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas PBL, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 28,65 dan nilai rata-rata posttest sebesar 42,32, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sementara itu, pada kelas GBL, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 27,40 dan nilai rata-rata posttest sebesar 49,87, sehingga juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah perlakuan diberikan. Rata-rata peningkatan hasil belajar pada kelas PBL sebesar 13,68, sedangkan pada kelas GBL sebesar 22,47, sehingga model GBL menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan model PBL. Selama proses pembelajaran berlangsung, model GBL mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sedangkan model PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui pemecahan masalah yang diberikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL dan GBL pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda.
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING BERBANTUAN QUIZWHIZZER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 34 SAMARINDA Diva Fitria Ali; Zainuddin Untu; Rusdiana Rusdiana; Berahman Berahman
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/h57c4585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Games Based Learning berbantuan QuizWhizzer terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda. Landasan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda tahun ajaran 2025/2026 yang terbagi menjadi 7 kelas, dengan sampel dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII G sebagai kelas kontrol. Sampel diambil dengan memilih 2 kelas yang memiliki kemampuan yang homogen. Bentuk instumen yang digunakan adalah soal tes uraian yang berjumlah 4 butir soal dengan materi relasi dan fungsi. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dan 1 kali posttest untuk masing-masing kelas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen sebesar 83,22 sedangkan di kelas kontrol sebesar 73,00. Hasil analisis statistika inferensial menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan pengujian pihak kanan menunjukkan bahwa nilai signifikansi statistik sebesar 0,006 sehingga  ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran Games Based Learning berbantuan QuizWhizzer terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 34 Samarinda.
KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERTIPE PISA Alifia Hadinah; Rusdiana Rusdiana; Petrus Ferdiyanto; Zainuddin Untu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pz44gg81

Abstract

Rendahnya kemampuan matematika murid Indonesia tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA), di mana capaian Indonesia masih berada pada peringkat 66 dari 81 negara partisipan. Pembelajaran yang cenderung prosedural diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan murid dalam menyelesaikan soal bertipe PISA. Data dikumpulkan melalui tes berupa soal matematika bertipe PISA yang telah divalidasi oleh validator dan wawancara semi terstruktur untuk mendukung analisis jawaban murid. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan kemampuan murid ke dalam kategori tertentu serta didukung triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika murid SMP kelas IX masih tergolong rendah. Dari 61 murid yang menjadi responden, sebanyak 33 murid (54%) berada pada kategori kurang, 22 murid (36%) pada kategori cukup, 5 murid (8%) pada kategori kurang sekali, dan 1 murid (2%) pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar murid mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, memahami konteks, serta menerapkan konsep matematika pada soal bertipe PISA. Dengan demikian, tingkat kemampuan matematika siswa SMP kelas IX secara umum masih dalam kategori kurang, sehingga diperlukan upaya perbaikan pembelajaran, khususnya dengan memperkenalkan soal-soal kontekstual bertipe PISA secara berkelanjutan agar kemampuan matematika siswa dapat meningkat.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI SELF-EFFICACY KELAS X DI SMA NEGERI 9 SAMARINDA Rizky Ramadhan; Rusdiana Rusdiana; Petrus Fendiyanto; Abd. Basir Abbas
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hhdhsz05

Abstract

Pembelajaran persamaan kuadrat cenderung menekankan aspek prosedural dibandingkan pemahaman konsep, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tinggi rendahnya tingkat Self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat ditinjau dari tingkat Self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tahapan Kastolan (kesalahan konseptual, prosedural, dan teknik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 9 Samarinda yang berjumlah 6 siswa yang dipilih secara purposive sampling dari 28 siswa berdasarkan hasil angket Self-efficacy. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan angket Self-efficacy (18 pernyataan, reliabilitas Cronbach's Alpha 0,785), soal tes tertulis persamaan kuadrat (4 soal, validitas r > 0,349, reliabilitas 0,652), wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy tinggi yaitu melakukan kesalahan konseptual semu (pseudo-conceptual) dan kesalahan teknik. Tingginya Self-efficacy mendorong subjek tetap menyelesaikan semua soal yang diberikan walaupun tidak mengerti alasan dari langkah yang dilakukan. (2) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy sedang yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Kelompok ini berani mencoba semua soal yang diberikan walaupun terjebak pada kesalahan prosedural. (3) Profil kesalahan siswa dengan Self-efficacy rendah yaitu melakukan kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik, dengan dominasi pada kesalahan konseptual. Rendahnya Self-efficacy siswa cenderung melakukan kecurangan akademik dan menggunakan bantuan eksternal. Kesimpulan penelitian ini adalah profil kesalahan siswa berbeda secara kualitatif pada setiap tingkat Self-efficacy, sehingga guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan prosedur tetapi juga penguatan konsep dan keyakinan diri siswa.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI EKSPONEN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK THREE-TIER DI KELAS X SMA NEGERI 3 SAMARINDA Winda Sari; Rusdiana Rusdiana; Haeruddin Haeruddin; Azainil Azainil
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3d52e618

Abstract

Berdasarkan kajian awal di kelas X-I SMA Negeri 3 Samarinda ditemukan siswa mengalami kendala pada materi eksponen di antaranya siswa keliru dalam menentukan basis dan pangkat, keliru dalam menerapkan sifat-sifat bilangan berpangkat, serta keliru dalam memaknai tanda negatif pada bilangan berpangkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui apakah siswa mengalami miskonsepsi pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier, dan (2) Untuk mendeskripsikan karakteristik jawaban siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi dominan pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas X-I SMA Negeri 3 Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes diagnostik three-tier, wawancara, sera dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar soal tes diagnostik three-tier dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat miskonsepsi yang dialami siswa pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three -tier yang ditandai dengan munculnya miskonsepsi false positif M (FP) sebanyak 8 kemunculan pada 6 siswa, miskonsepsi false negatif M (FN) sebanyak 8 kemunculan pada 8 siswa serta miskonsepsi murni (M) sebanyak 36 kemunculan pada 17 siswa. Miskonsepsi ini cenderung terjadi pada konsep-konsep tertentu seperti pada konsep eksponen negatif, pangkat dari suatu hasil bagi, serta eksponen rasional, (2) Karakteristik jawaban siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi dominan pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier ditandai oleh kecenderungan mengingat contoh soal, menyesuaikan jawaban dengan pilihan yang tersedia, kurangnya pemahaman konsep terhadap konsep dasar pangkat, serta adanya keyakinan terhadap jawaban yang tidak sesuai dengan konsep yang benar