Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Game Based Learning (GBL) pada materi relasi dan fungsi kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda, yang terdiri dari lima kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Adapun sampel terpilih adalah kelas VIII C dan VIII D. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas PBL, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 28,65 dan nilai rata-rata posttest sebesar 42,32, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sementara itu, pada kelas GBL, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 27,40 dan nilai rata-rata posttest sebesar 49,87, sehingga juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah perlakuan diberikan. Rata-rata peningkatan hasil belajar pada kelas PBL sebesar 13,68, sedangkan pada kelas GBL sebesar 22,47, sehingga model GBL menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan model PBL. Selama proses pembelajaran berlangsung, model GBL mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sedangkan model PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui pemecahan masalah yang diberikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL dan GBL pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 37 Samarinda.