Abdul Fatah
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PENDEKATAN METAKOGNITIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Alya Ayu Syafitri; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/7sj13c79

Abstract

Kajian ini bertujuan menelaah secara sistematis kontribusi pendekatan metakognitif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui sintesis temuan penelitian empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA 2020, yang terdiri dari empat tahapan: identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan penetapan artikel final. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, SINTA, dan Scopus dengan rentang tahun 2021–2026. Subjek kajian adalah artikel ilmiah yang diterbitkan secara resmi, terdiri atas 10 artikel nasional terindeks SINTA 2 hingga SINTA 4 serta 5 artikel internasional terindeks Scopus, yang melibatkan siswa dan mahasiswa dalam pembelajaran matematika dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi di berbagai negara. Dari 30 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Empat temuan pokok dihasilkan: pertama, pendekatan metakognitif secara konsisten mengindikasi meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis di berbagai jenjang pendidikan; kedua, kesadaran metakognitif menunjukkan kecenderungan menjadi prediktor kuat kualitas berpikir kritis, khususnya pada soal bertipe HOTS; ketiga, pendekatan metakognitif menunjukkan efektivitas stabil dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi; dan keempat, gaya kognitif serta motivasi berpikir mengindikasikan peran moderasi hubungan antara pendekatan metakognitif dan berpikir kritis matematis. Secara teoretis, kajian ini mempertegas kerangka kesadaran metakognitif dalam pembelajaran matematika lintas jenjang dan budaya. Secara praktis, temuan ini mendorong pendidik untuk menjadikan tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi sebagai bagian menyatu dalam desain pembelajaran matematika guna memperkuat berpikir kritis siswa secara berkelanjutan.
PERAN INQUIRY-BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Intan Nurhaeni; Hepsi Nindiasari Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bk7x6d28

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis di kalangan siswa menjadi tantangan nyata dalam pendidikan matematika saat ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Inquiry-Based Learning (IBL) dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, mengidentifikasi indikator yang dominan berkembang, serta mengungkap faktor-faktor yang menentukan keberhasilan implementasinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan Systematic Literature Review (SLR), mengacu pada kerangka PRISMA 2020 yang mencakup tahap identification, screening, eligibility, dan included. Sumber data dikumpulkan melalui tiga basis data ilmiah, yakni Google Scholar, Garuda, dan ScienceDirect, dengan memanfaatkan kata kunci "Inquiry-Based Learning", "kemampuan berpikir kritis matematis", dan "mathematical critical thinking" yang dikombinasikan dengan operator Boolean AND serta OR. Kriteria inklusi meliputi artikel yang relevan dengan topik IBL dan berpikir kritis matematis, dipublikasikan pada tahun 2022–2026, terindeks minimal SINTA 4 atau Scopus, serta tersedia dalam teks lengkap dan telah melalui proses peer-review. Proses seleksi menghasilkan 15 artikel yang kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik deskriptif. Temuan penelitian menegaskan bahwa IBL secara konsisten memberi dampak positif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa di berbagai jenjang pendidikan. Indikator yang paling dominan berkembang mencakup analisis, evaluasi, dan inferensi, disertai peningkatan pada aspek pemahaman konseptual, pemecahan masalah, dan metakognisi. Adapun keberhasilan penerapan IBL dipengaruhi oleh faktor kompetensi guru, kondisi afektif siswa, serta kualitas integrasi teknologi dalam desain pembelajaran. Hasil kajian ini diharapkan memberikan landasan teoritis dan empiris dalam memperdalam pemahaman tentang peran IBL dan menjadi acuan praktis dalam mengembangkan pembelajaran matematika berorientasi berpikir tingkat tinggi.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPS) BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI Maulidatus Syfa Mufidah; Ade Nandang Mustafa; Abdul Fatah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 3 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/awg8sq51

Abstract

Pemahaman konsep merupakan komponen esensial yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Namun, faktanya kemampuan tersebut masih tergolong rendah, khususnya pada pembelajaran matematika. Kondisi demikian memerlukan adanya yang mampu meningkatkan pembelajaran menjadi lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) berbantuan GeoGebra terhadap peningkatan pemahaman konsep geometri. Penelitian menggunakan pendekatan yang bersifat kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen melalui pretest posttest control group design. Penentuan sampel penelitian dipilih melalui teknik cluster sampling dengan melibatkan siswa kelas IX di SMP Negeri 5 Kota Bekasi tahun ajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan pemahaman konsep geometri dan lembar observasi keterlaksanaan. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test, uji N-Gain, dan uji effect size. Hasil analisis menyatakan bahwa: (1) Kemampuan pemahaman konsep geometri siswa yang diterapkan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) berbantuan GeoGebra lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (2) Selain itu, peningkatan kemampuan pemahaman konsep geometri siswa pada kelas eksperimen mencapai nilai N-Gain sebesar 0,51 dengan nilai effect size sebesar 0,77 yang menunjukkan efektivitas dengan kriteria sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) berbantuan GeoGebra efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep geometri.