Khotbah sebagai bagian sentral dalam pelayanan gereja idealnya bersifat komunikatif, kontekstual, dan transformatif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara idealitas tersebut dengan kemampuan pelayan gereja dalam menyusun garis besar khotbah yang sistematis dan relevan, khususnya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mandarin Service Batam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi homiletika pelayan gereja melalui pelatihan berbasis pendekatan andragogi. Kegiatan ini melibatkan 25 pelayan gereja dengan metode pembelajaran partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung (learning by doing). Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian garis besar khotbah, lembar refleksi peserta, serta pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta secara signifikan. Rata-rata skor peserta meningkat dari 62,4 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest. Sebanyak 88% peserta mengalami peningkatan dalam menyusun struktur khotbah yang sistematis dan komunikatif, sedangkan 84% peserta mampu mengontekstualisasikan pesan Alkitab sesuai kebutuhan jemaat. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran reflektif terkait integritas dan spiritualitas pelayanan. Dengan demikian, pelatihan berbasis andragogi terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi homiletika secara komprehensif dan kontekstual.