Budi Satria
Universitas Dian Nusantara, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menghadapi FOMO (Fear of Missing Out) dalam Wisata: Peran Media Sosial dalam Pembentukan Preferensi Destinasi Budi Satria
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Psikologi Dalam Kehidupan Masyarakat (September 2024-Februari 2025)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/yz7n6w13

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi isu sosial yang semakin berkembang seiring dengan pesatnya penggunaan media sosial. FOMO, yang merujuk pada perasaan cemas akan kehilangan pengalaman atau informasi yang dibagikan orang lain, kini mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk dalam industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk preferensi destinasi wisata melalui FOMO. Dengan mengamati interaksi pengguna media sosial, studi ini mengidentifikasi bagaimana gambar, ulasan, dan cerita yang dibagikan oleh teman atau influencer dapat memicu perasaan FOMO yang mendorong seseorang untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu. Media sosial, yang menyediakan platform untuk berbagi pengalaman secara real-time, berfungsi sebagai alat yang efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata baru dan menciptakan rasa urgensi bagi para pengikutnya untuk mengunjungi tempat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dapat berperan sebagai faktor pendorong bagi individu dalam mengambil keputusan perjalanan, mempercepat preferensi terhadap destinasi yang sedang tren, serta mempengaruhi cara mereka merencanakan liburan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media sosial dan fenomena FOMO dapat dimanfaatkan oleh industri pariwisata untuk menarik wisatawan dan menciptakan pengalaman yang lebih personal serta relevan.
Transformasi Digital Supply Chain melalui Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) Budi Satria; Dhian Tyas Untari
HRM RESEARCH: Human Resource Management and Business Journal Vol. 1 No. 2 (2026): Human Resource Management and Business Journal (January - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/hrm.v1i2.52

Abstract

  Pesatnya perkembangan Industri 4.0 menuntut transisi dari model rantai pasok tradisional menuju Digital Supply Chain (DSC) yang terintegrasi. Penelitian ini mengeksplorasi peran krusial sistem Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai katalisator utama dalam transformasi digital tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis kualitatif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menyintesis temuan dari berbagai jurnal bereputasi tinggi untuk menilai dampak ERP terhadap kinerja rantai pasok. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi ERP yang berhasil memfasilitasi integrasi data secara real-time lintas departemen, yang secara efektif mereduksi fenomena bullwhip effect dan menurunkan biaya operasional sebesar 15–20%. Lebih lanjut, ERP berfungsi sebagai tulang punggung digital yang esensial untuk mengintegrasikan teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), yang meningkatkan akurasi peramalan permintaan serta ketangguhan operasional. Namun, studi ini juga mengidentifikasi bahwa resistensi organisasi dan pengabaian Business Process Reengineering (BPR) tetap menjadi hambatan signifikan yang berkontribusi pada tingginya angka kegagalan inisiatif digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ERP menawarkan keunggulan kompetitif yang substansial, keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan manajemen puncak dan strategi manajemen perubahan yang kuat. Temuan ini memberikan wawasan strategis bagi praktisi yang bertujuan untuk mengoptimalkan ekosistem rantai pasok digital mereka.