Frangky Silitonga
Manajemen Kuliner, Politeknik Pariwisata Batam, Kepri-Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Smart Tourism Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Batam Frangky Silitonga; Kartika Cahayani; Arina Luthfini Lubis; Christina Koh; Agung Edy Wibowo; Salsabila Ghaisani; Kamelia Santika
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 9 No. 1 (2026): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v9i1.5641

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen smart tourism dalam pengembangan destinasi pariwisata di Desa Wisata Pandang Tak Jemu, Kampung Tua Bakau Serip, Batam. Pengembangan pariwisata berbasis teknologi menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan daya saing destinasi, kualitas pelayanan wisata, promosi digital, serta keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep smart tourism melalui pemanfaatan teknologi informasi, media digital, sistem promosi berbasis internet, pengelolaan destinasi wisata, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengalaman wisata yang inovatif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi efektivitas implementasi smart tourism dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, pengelolaan potensi wisata mangrove, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, serta optimalisasi promosi destinasi berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen smart tourism mampu meningkatkan akses informasi wisata, memperluas promosi destinasi, memperkuat partisipasi masyarakat lokal, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pandang Tak Jemu. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital, kompetensi sumber daya manusia, dan integrasi teknologi dalam pengelolaan destinasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku industri pariwisata dalam mewujudkan destinasi wisata yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan