This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agroteknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH BENTUK BAHAN DAN PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBENAH TANAH BERBAHAN UMBI PORANG (Amorphopallus muelleri Blume) Wening Kusumawardani; Muhammad Said Fahrianto; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk bahan dan penambahan arang aktifterhadap karakteristik pembenah tanah (hidrogel) berbahan umbi porang (Amorphopallus muelleriBlume). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa BesarNusa Tengara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Metode penelitianmenggunakan metode eksperimental, parameter pengamatan yang pertama adalah daya mengembangdan pengujian degradasi. Parameter degradasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)faktorial dengan 2 faktor : bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) dengan 4 perlakuan dan2 ulangan, selanjutnya di analisis menggunakan ( ANOVA) pada taraf nyata 5%. Sedangkan padaparameter daya mengembang dijelaskan secara deskriptif. Dari hasil pengujian daya mengembang atauswelling test menunjukkan hasil dengan tertinggi pada perlakuan M1V1 (tepung di tambah arang)yaitu 95 gr, sedangkan perlakuan M1V0 (tepung tanpa arang) menunjukan hasil terendah yaitu 80 gr.Perlakuan kombinasi bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbedanyata pada pengamatan degradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogeltertinggi terdapat pada pada perlakuan M2V1 (umbi ditambahkan arang aktif) yaitu 77,00 gr,sedangkan perlakuan M1V0 (tepung ditambahkan arang) memberikan rerata hidrogel terendah yaitu55,00 gr. Perlakuan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbeda nyata pada pengamatandegradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogel tertinggi terdapat padapada perlakuan V1 (arang aktif) yaitu 50,00 gr, sedangkan perlakuan V0 (tanpa arang aktif)memberikan rerata hidrogel terendah yaitu 39,78 gr.