This Author published in this journals
All Journal Agrivet
Trisna Agung Phabiola
Udayana University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) Senyawa Bioaktif Daun Tanaman Buah Salju (Inga sp.) di Kawasan Bedugul, Bal Arendra Ariantoni; I Ketut Suada; Trisna Agung Phabiola; Putu Eka Pasmidi Ariati; Luh Putu Yuni Widyastuti
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.16726

Abstract

Tanaman buah salju (Inga sp.) merupakan spesies introduksi yang melimpah di kawasan Bedugul, Bali, namun informasi mengenai kandungan fitokimianya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa bioaktif daun tanaman buah salju dari kawasan Bedugul, Bali. Analisis fitokimia dilakukan melalui maserasi menggunakan tiga pelarut dengan kepolarannya berbeda dengan perbandingan 2:1:1 (n-heksan, etil asetat, dan etanol 96%), kemudian dianalisis menggunakan instrumen Kromatografi Gas-Spektrometri Massa Shimadzu QP2010 SE dengan kolom kapiler Rtx-5MS. Analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa berhasil mengidentifikasi 20 puncak kromatogram pada ekstrak daun tanaman buah salju dari kawasan Bedugul. Senyawa dengan kelimpahan tertinggi adalah metil risinoleat (methyl ricinoleate) dengan area sebesar 44,83%, diikuti oleh trifenilfosfin oksida (11,07%), heneikosana total (11,47%), eikosana total (7,11%), dan metil oleat (6,54%). Berdasarkan komposisi kimianya, senyawa-senyawa tersebut terklasifikasi ke dalam kelompok metil ester asam lemak (56,59%), hidrokarbon alifatik (20,11%), dan terpenoid (2,01%). Total senyawa yang berpotensi bioaktif mencapai 61,52% dari total ekstrak. Ekstrak daun tanaman buah salju dari kawasan Bedugul memiliki profil fitokimia yang kaya dengan berbagai potensi biologis, meliputi potensi antiinflamasi yang kuat melalui sinergi metil risinoleat (44,83%), sitral/neral (2,01%), dan asam lemak tak jenuh; potensi antimikroba dan antijamur berspektrum luas; potensi anti-biofilm melalui pentadekanal (1,08%) dan sitral/neral; serta potensi sebagai bahan baku industri oleokimia.