Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha pangan lokal adalah masih terbatasnya pemanfaatan sumber daya sayuran dan ikan sebagai produk pangan bernilai tambah, sementara konsumsi camilan yang beredar di pasaran umumnya memiliki kandungan gizi yang rendah serta belum mampu mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat. Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk pangan fungsional yang bernilai ekonomi masih terbatas. Kondisi ini mengakibatkan potensi sumber daya lokal belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat maupun pendapatan keluarga. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah inovasi produk pangan farmasi berupa kerupuk nutraseutikal berbasis sayur dan ikan sebagai camilan sehat dan bernilai gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai pangan fungsional dan nutraseutikal, pelatihan pembuatan kerupuk berbasis sayuran dan ikan, pendampingan formulasi produk, evaluasi mutu organoleptik dan kandungan gizi sederhana. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui identifikasi potensi bahan baku lokal, penyusunan formula kerupuk nutraseutikal, demonstrasi proses produksi, praktik langsung oleh peserta, evaluasi mutu produk, serta pendampingan pengembangan usaha. Seluruh kegiatan melibatkan masyarakat secara aktif sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menghasilkan produk yang memenuhi aspek mutu, keamanan, dan daya terima konsumen.Dampak konkret yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sayuran dan ikan menjadi produk pangan fungsional, terciptanya produk kerupuk nutraseutikal yang memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk konvensional, meningkatnya nilai tambah komoditas pangan lokal, terbukanya peluang usaha berbasis inovasi pangan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi camilan sehat yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan.