Desa Ria, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada memiliki potensi sumber daya alam berupa tanaman kemiri (Aleurites moluccana) yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional dan penjualan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kemiri menjadi minyak kemiri melalui integrasi konsep fisika dan kimia sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas kelompok tani, ibu rumah tangga, dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsep fisika dan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan minyak kemiri, seperti perpindahan kalor, suhu, tekanan, massa jenis, proses ekstraksi, dan pengaruh pemanasan terhadap kualitas minyak. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan tahapan pembuatan minyak kemiri secara mandiri serta memahami potensi pengembangan usaha berbasis produk lokal. Tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, literasi sains, dan pemanfaatan potensi lokal yang berkontribusi pada pengembangan usaha rumah tangga berbasis minyak kemiri. Dengan demikian, integrasi konsep fisika dan kimia dalam pelatihan pembuatan minyak kemiri dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.