Hanyska
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Riset Mesin Pencacah Jagung Ramah Lingkungan serta Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung menjadi Pupuk Organik Bagi Kelompok Tani GABEMA : Pengabdian Winarto Silaban; Ady Frenly Simanullang; Winfrontstein Naibaho; Hanyska; Annisa Aulia; Tio Andini Natasya Sirait; Dio Alfin Pratama Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7602

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan hasil riset berupa mesin pencacah jagung ramah lingkungan serta meningkatkan pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik bagi Kelompok Tani GABEMA. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses pengolahan jagung yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, kurang efisien, serta menghasilkan limbah tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, demonstrasi teknologi, pelatihan penggunaan mesin pencacah jagung, serta praktik pengolahan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam proses pencacahan jagung serta pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Mesin pencacah jagung yang diperkenalkan mampu membantu meningkatkan efektivitas proses pengolahan hasil pertanian dengan konsep ramah lingkungan, sedangkan limbah tongkol jagung dapat diolah menjadi pupuk organik yang berpotensi mendukung peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok tani, menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, serta mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah pertanian menjadi produk bernilai guna.