Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit kronis yang sering dialami oleh kelompok lanjut usia akibat resistensi insulin dan menurunnya fungsi sel beta pankreas sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Kondisi ini dapat memunculkan berbagai komplikasi, seperti luka kaki diabetik, gangguan integritas kulit, serta penurunan kualitas hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent pada pasien lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II guna meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses keperawatan yang terdiri atas pengkajian, penetapan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. R, seorang lansia berusia 72 tahun dengan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Hasil pengkajian menemukan keluhan sering haus, sering buang air kecil, peningkatan kadar glukosa darah, serta luka kaki yang sulit sembuh. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, dan nyeri kronis. Intervensi dilakukan melalui pemantauan gula darah, edukasi kesehatan, pengaturan pola makan, perawatan luka, dan penerapan pelayanan prima. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien ditandai menurunnya keluhan, meningkatnya pengetahuan pasien, dan membaiknya kondisi luka kaki. Kesimpulan asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent mampu membantu meningkatkan kualitas hidup lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II.