Yuliana Wulandari
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DISKRIMINASI TERHADAP JANDA DALAM PERIBAHASA KOREA: ANALISIS TRANSITIVITAS DALAM LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL Yuliana Wulandari; Velayeti Nurfitriana Ansas; Ashanti Widyana
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.117191

Abstract

Peribahasa merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang merefleksikan nilai, norma, dan pandangan masyarakat terhadap berbagai kelompok sosial, termasuk janda. Dalam masyarakat Korea, janda sering kali menjadi sasaran stereotip dan stigma yang tercermin dalam berbagai peribahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskriminasi terhadap janda dalam peribahasa Korea menggunakan teori transitivitas bahasa Korea yang dikembangkan oleh Kim dkk. dalam kerangka Linguistik Fungsional Sistemik. Data penelitian berupa 67 peribahasa tentang janda yang dipecah menjadi 114 klausa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis transitivitas yang meliputi unsur proses, partisipan, dan sirkumstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses material merupakan tipe proses yang paling dominan, diikuti oleh proses relasional dan mental. Dari segi partisipan, janda paling sering muncul sebagai Actor, Carrier, dan Senser. Analisis juga menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap janda dibangun melalui berbagai stereotip, pelabelan, dan stigma negatif yang menempatkan janda pada posisi sosial yang kurang menguntungkan. Temuan ini menunjukkan bahwa peribahasa Korea tidak hanya merefleksikan nilai budaya masyarakat, tetapi juga turut mempertahankan pandangan diskriminatif terhadap janda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Linguistik Fungsional Sistemik, khususnya dalam analisis transitivitas pada peribahasa, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai representasi dan diskriminasi gender dalam bahasa dan budaya Korea.