Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak melalui penerapan media balok Cuisenaire. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Persentase anak yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada tahap pra tindakan sebesar 2%, meningkat menjadi 68% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) yang semula sebesar 52% menurun menjadi 1% pada Siklus I dan tidak ditemukan lagi pada Siklus II. Peningkatan kemampuan tersebut terjadi karena balok Cuisenaire memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, manipulatif, dan menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami konsep bilangan. Penerapan balok Cuisenaire terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo.