Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Engklek pada Anak Usia Dini Murni Damai Yanti; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.615

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya anak yang belum mampu dalam koordinasi anggota tubuh seperti mata,tangan, dan kaki, masih terdapat anak yang belum sepenuhnya bergerak dalam mengikuti permainan, dan masih terdapat anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat dengan satu kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan engklek pada anak TK Annur Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah guru dan anak-anak. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah permainan engklek. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebelum tindakan pada indikator keseimbangan 6 atau 60% anak belum berkembang dan 4 anak atau 40% dalam kategori mulai berkembang. Pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak 6 anak atau 60% pada kategori mulai berkembang dan 4 anak atau 40% dalam kategori berkembang sesuai harapan. Pada siklus II kemampuan motorik kasar anak meningkat lagi menjadi 2 anak atau 20% pada kategori berkembang sesui harapan dan 8 anak atau 80% pada kategori berkembang sangat baik.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Annur Padang Mutung.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Engklek pada Anak Usia Dini Murni Damai Yanti; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.615

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya anak yang belum mampu dalam koordinasi anggota tubuh seperti mata,tangan, dan kaki, masih terdapat anak yang belum sepenuhnya bergerak dalam mengikuti permainan, dan masih terdapat anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat dengan satu kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan engklek pada anak TK Annur Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah guru dan anak-anak. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah permainan engklek. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebelum tindakan pada indikator keseimbangan 6 atau 60% anak belum berkembang dan 4 anak atau 40% dalam kategori mulai berkembang. Pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak 6 anak atau 60% pada kategori mulai berkembang dan 4 anak atau 40% dalam kategori berkembang sesuai harapan. Pada siklus II kemampuan motorik kasar anak meningkat lagi menjadi 2 anak atau 20% pada kategori berkembang sesui harapan dan 8 anak atau 80% pada kategori berkembang sangat baik.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Annur Padang Mutung.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Perkembangan Anak Usia Dini di Era Digital RA Ridho Ilahi Yenda Puspita; Sean Marta Efastri; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Dwi Elsi Flora
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.174

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan masih rendahnya pemahaman sebagian orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini di era digital, terutama terkait pengaturan penggunaan perangkat digital, pemilihan konten yang sesuai, dan penerapan pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan orang tua dalam menerapkan pengasuhan digital yang tepat. Kegiatan dilaksanakan di RA Ridho Ilahi dengan sasaran orang tua atau wali peserta didik menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 62,9% menjadi 93,1% pada post-test dengan peningkatan sebesar 30,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman mengenai batas waktu penggunaan perangkat digital sesuai usia anak dan konsep pengasuhan digital. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan perubahan sikap melalui komitmen untuk mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, membatasi durasi penggunaan, memilih konten yang edukatif, serta meningkatkan interaksi langsung dalam keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi pengasuhan digital dan meningkatkan kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia dini.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Perkembangan Anak Usia Dini di Era Digital RA Ridho Ilahi Yenda Puspita; Sean Marta Efastri; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Dwi Elsi Flora
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.174

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan masih rendahnya pemahaman sebagian orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini di era digital, terutama terkait pengaturan penggunaan perangkat digital, pemilihan konten yang sesuai, dan penerapan pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan orang tua dalam menerapkan pengasuhan digital yang tepat. Kegiatan dilaksanakan di RA Ridho Ilahi dengan sasaran orang tua atau wali peserta didik menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 62,9% menjadi 93,1% pada post-test dengan peningkatan sebesar 30,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman mengenai batas waktu penggunaan perangkat digital sesuai usia anak dan konsep pengasuhan digital. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan perubahan sikap melalui komitmen untuk mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, membatasi durasi penggunaan, memilih konten yang edukatif, serta meningkatkan interaksi langsung dalam keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi pengasuhan digital dan meningkatkan kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia dini.
Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak Usia Dini di Tengah Perkembangan Teknologi Yenda Puspita; Fitriana
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i2.191

Abstract

The advancement of digital technology has had a significant impact on various aspects of life, including the mental health of early childhood. This study aims to analyze the role of parents in maintaining the mental health of children aged 4–6 years amidst the development of digital technology. Using a qualitative approach with a case study method, this study involved 10 parents from AR-Rehan Kindergarten, Pekanbaru, as subjects, with data collection techniques through observation and interviews analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study indicate that the use of technology without supervision can cause mental problems in children, such as anxiety, sleep disorders, and decreased social interaction. The strategies used by parents include active assistance when children use digital devices, setting screen time, selecting age-appropriate content, and strengthening children's social and physical activities. Although there are challenges in managing the use of technology, active parental involvement has been shown to reduce the risk of mental disorders in children. This study confirms that synergy between parents, schools, and the community is needed to create an ecosystem that supports optimal child growth and development in the digital era.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Metode Bernyanyi di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai Fitri Yati; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.694

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf anak sehingga memerlukan adanya penggunaan metode dan media untuk meningkatkan kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf yaitu dengan media kincir angka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui metode bernyanyi di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian adalah 10 orang anak kelompok B. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kognitif anak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi dan dari pratindakan hingga siklus II. Pada pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kriteria Belum Berkembang dengan persentase 40% dan Mulai Berkembang dengan persentase 60%, namun setelah tindakan siklus I terjadi peningkatan dengan persentase 20% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan dan siklus II dengan persentase 90% pada kriteria Berkembang Sangat Baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak TK Islam Harapan Bunda Sukaramai.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Kegiatan Bermain Pohon Angka di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai Cahayati Cahayati; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai. Hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar anak masih kesulitan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, serta sering melakukan kekeliruan, misalnya membedakan angka 6 dan 9. Penyebab utama kondisi tersebut antara lain kurangnya variasi metode pembelajaran, rendahnya motivasi anak, dan keterbatasan media yang digunakan guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan kegiatan bermain pohon angka sebagai solusi pembelajaran kreatif yang menyenangkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan anak, serta dokumentasi foto kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung anak pada setiap siklus. Pada pra tindakan, sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah tindakan siklus I, capaian meningkat ke kategori mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan. Pada siklus II, kemampuan anak semakin meningkat hingga mencapai kategori berkembang sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain pohon angka efektif meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna.
Penggunaan Balok Cuisenaire untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan pada Anak di TK As-Sholihin Salo Rahmi Ramadhani; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.751

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak melalui penerapan media balok Cuisenaire. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Persentase anak yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada tahap pra tindakan sebesar 2%, meningkat menjadi 68% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) yang semula sebesar 52% menurun menjadi 1% pada Siklus I dan tidak ditemukan lagi pada Siklus II. Peningkatan kemampuan tersebut terjadi karena balok Cuisenaire memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, manipulatif, dan menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami konsep bilangan. Penerapan balok Cuisenaire terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menjiplak Daun-daunan pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Pembina 02 XIII Koto Kampar Zahro Widad Nabila; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur sai’da; Moh Fauziddin; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.665

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Terdapat anak yang belum mampu memegang alat tulis dengan benar, mengikuti pola secara tepat, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan saat melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan menjiplak daun-daunan pada anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, terdiri atas 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menjiplak daun-daunan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Persentase ketuntasan pada Siklus I mencapai 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 91,67%, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengikuti pola daun secara tepat, serta menyelesaikan kegiatan dengan lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan menjiplak daun-daunan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar.
Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Melalui Media Bermain Kolaboratif Ceria pada Anak Usia 5-6 Tahun Destari Arinda; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan. Kemampuan interpersonal merupakan kemampuan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan interpersonal anak, yaitu melalui media bermain Kolaboratif Ceria. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun melalui media bermain Kolaboratif Ceria di TK Mawar Tanjung Rambutan. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 11 anak yang terdiri atas 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interpersonal anak setelah mengikuti kegiatan bermain Kolaboratif Ceria dari pratindakan hingga Siklus II. Pada tahap pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 7 anak (63,6%) dan kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 4 anak (36,4%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, kemampuan interpersonal anak mulai meningkat dengan 3 anak (27,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 2 anak (18,2%) berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada Siklus II, seluruh anak telah mencapai kategori BSH dan BSB, yaitu 4 anak (36,4%) berada pada kategori BSH dan 7 anak (63,6%) berada pada kategori BSB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media bermain Kolaboratif Ceria efektif dalam meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan.