Background: Pemanfaatan biomassa dari limbah organik berpotensi besar sebagai bahan baku kompos biochar, sekaligus mendukung sistem pertanian regeneratif. Pengaplikasian biochar dengan pupuk NPK dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pada tanah yang terdegradasi atau asam, khususnya jenis tanah di Kalimantan Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kompos biochar dari bahan organik limbah setempat terhadap produksi jagung manis. Mitra kegiatan pengabdian ini Adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa sosialisasi penyuluhan dengan membangun kemitraan antara akademisi (fasilitator) dan masyarakat (ahli pengalaman). Peserta berjumlah 20–30 orang dengan durasi selama 1 hari (4 jam). Selain itu, dilakukan konsultasi dan mediasi melalui diskusi antara akademisi, petani lokal, serta dinas terkait. Hasil: Kegiatan diawali dengan tindak lanjut hasil pembuatan biochar dari pengabdian sebelumnya oleh akademisi. Dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pertanian regeneratif dan simulasi pemanfaatan biochar kompos pada jenis tanah di Kalimantan Timur, khususnya terhadap hasil dari simulasi penanaman jagung manis menggunakan media biochar kompos  menunjukkan peningkatan produksi dan percepatan panen. Pada sesi konsultasi, masyarakat menyampaikan permasalahan lapangan dan memperoleh solusi alternatif dari akademisi maupun pihak ketiga. Kesimpulan: Pemanfaatan limbah organik setempat sebagai bahan baku biochar dapat mendukung keberlanjutan pertanian. Penggunaan biochar kompos sebagai media tanam terbukti meningkatkan hasil jagung manis serta mempercepat panen. Gambaran simulasi penanaman ini dipaparkan langsung dalam kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru untuk diterapkan pada lahan mereka.