Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effectiveness of Implementing the Quality Management System ISO 9001; 2015 in Supervising Road and Bridge Projects in South Sulawesi Province Muhammad Tahrir; Mika Debora Br Barus
International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) Vol. 3 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.035 KB) | DOI: 10.53695/injects.v3i2.857

Abstract

ISO 9001;2015 Quality Management System is a quality assurance document for the stages of the process of implementing construction work activities in accordance with management rules. There are 7 ISO 9001;2015 principles, namely: 1. Customer focus, 2. Leadership, 3. Engagement and competence of people, 4. Process approach, 5. Improvement, 6. Informed decision making, 7. Relationship management. This study aims to examine the effectiveness of implementing the ISO 9001;2015 Quality Management System in fulfilling quality management requirements in the implementation of supervision on road and bridge projects in South Sulawesi province based on the seven principles of ISO 9001;2015. Data collection was carried out by interviewing, observing and distributing questionnaires to Supervision Consultant personnel in all road and bridge monitoring packages in the province of South Sulawei for the 2022 fiscal year. To analyze the effectiveness of implementing the Quality Management System ISO 9001; 2015 a quantitative descriptive approach was used and analysis used a Likert scale, the type of data used is primary data (results of interviews, questionnaires, observations) and secondary data. Based on the research results, the effectiveness of implementing ISO 9001; 2015 in project implementation is in the good category.
Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Tol Balikpapan-Samarinda Pasca Kenaikan Tarif Muhammad Tahrir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6518

Abstract

Kota Samarinda dan Kota Balikpapan sebagai pusat penggerak roda perekonomian di Kalimantan Timur memiliki jalan tol sebagai jalur alternatif untuk mobilitas pergerakan orang, barang dan jasa sehingga tidak mengalami berbagai macam kendala. Sesuai Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan disebutkan bahwa pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol yang digunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan pengembangan jalan tol. Persepsi masyarakat sebagai pengguna jalan yang menjadikan jalan tol sebagai jalan alternatif adalah dengan biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai berupa penghematan dalam biaya operasional kendaraan, waktu tempuh, kenyamanan, keamanan dan fasilitas penunjang. Adanya kenaikan tarif Tol Balikpapan-Samarinda mulai tanggal 26 April 2023 tentu berdampak pada meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh para konsumen pengguna jalan tol, untuk mengetahui dampak kenaikan tarif tol terbaru tersebut terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna jalan tol Balikpapan-Samarinda maka dilakukan penelitian ini. Metode penelitian bersifat Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan analisis Skala Likert dan Kelas Interval untuk mendeskripsikan persepsi pengguna jalan tol, maka didapatkan hasil bahwa pengguna tol kurang puas terhadap kenaikan tarif tol Balikpapan-Samarinda.
Character Value Integration in Project-Based Learning for Developing Cooperation Skills of Wood Engineering Students Zahrotul Isti'anah Marroh Marroh; Ita Merni Patulak; Andi Achmad; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Muhammad Akshar; Syafi'i Syafi'i; Abdul Rasyid Zarta; Luluk Humairo Pimada; Rangga Zanwil Solihin; Nurul Khatimah; Fatmawati Fatmawati; Nur Maulida Sari; Eva Nurmarini
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3765

Abstract

Project-based learning (PBL) has been increasingly adopted in vocational higher education as a pedagogical approach that integrates technical skill development with interpersonal competency formation. However, the role of cultural and religious character values in shaping student cooperation within PBL environments remains underexplored, particularly in the Indonesian vocational context. This research examines how Islamic character values, namely amanah (trustworthiness), ta'awun (mutual assistance), and musyawarah (deliberation), were expressed and reinforced within the PBL structure implemented in the Wood Engineering study at Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, and how this contributed to the development of student cooperation skills. A qualitative descriptive case study was employed, involving 44 fourth-semester students in eleven working groups across multiple wood engineering courses. Data were collected through structured in-depth interviews, participatory observation across 32 sessions, eleven focus group discussions, and document analysis. Thematic analysis following Braun and Clarke six-phase framework was applied, with inter-rater reliability of Cohen Kappa 0.86. Findings suggest that the project structure created favorable conditions for the expression and reinforcement of these character values, though the degree of internalization varied considerably across groups and individual students. The study contributes an empirically grounded illustration of how Islamic character values and cooperative behavior interact within authentic vocational project work, while acknowledging the context-specific nature of the findings
Analisis Manajemen Waktu Pekerjaan Pembongkaran Gedung Kantor BPKP Sulawesi Utara Tahap I Dewi Astuti Baco; Andi Risnawati Ramli; Muhammad Tahrir
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.322

Abstract

Pekerjaan pembongkaran bangunan merupakan tahapan awal dalam siklus proyek konstruksi yang memerlukan perencanaan waktu yang efektif agar pelaksanaannya berjalan aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen waktu pada pekerjaan pembongkaran Gedung Kantor BPKP Sulawesi Utara Tahap I dengan mengidentifikasi jenis pekerjaan, volume pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, serta estimasi durasi pelaksanaan proyek. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan produktivitas kerja dan estimasi durasi pekerjaan berdasarkan volume pekerjaan dan kemampuan produksi tenaga kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan pembongkaran meliputi tahapan persiapan, pembongkaran atap, dinding, lantai, struktur bangunan, hingga pembersihan material sisa pembongkaran. Perhitungan durasi pekerjaan menunjukkan bahwa manajemen waktu yang baik melalui perencanaan penjadwalan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan peralatan serta meminimalkan keterlambatan proyek. Dengan demikian, analisis manajemen waktu pada pekerjaan pembongkaran gedung ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek pembongkaran pada pekerjaan konstruksi sejenis.
Sosialisasi Pemanfaatan Biochar Kompos Limbah Organik untuk Peningkatan Produksi Jagung Manis di Kampung Belimau, Samarinda Syafi'i; Abdul Rasyid Zarta; Nadia Fatimah Azzahrah; Zahrotul Isti'anah Marroh; Eva Nurmarini; Ita Merni Patulak; Muh. Akshar; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Ridwan
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pemanfaatan biomassa dari limbah organik berpotensi besar sebagai bahan baku kompos biochar, sekaligus mendukung sistem pertanian regeneratif. Pengaplikasian biochar dengan pupuk NPK dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pada tanah yang terdegradasi atau asam, khususnya jenis tanah di Kalimantan Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kompos biochar dari bahan organik limbah setempat terhadap produksi jagung manis. Mitra kegiatan pengabdian ini Adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa sosialisasi penyuluhan dengan membangun kemitraan antara akademisi (fasilitator) dan masyarakat (ahli pengalaman). Peserta berjumlah 20–30 orang dengan durasi selama 1 hari (4 jam). Selain itu, dilakukan konsultasi dan mediasi melalui diskusi antara akademisi, petani lokal, serta dinas terkait. Hasil: Kegiatan diawali dengan tindak lanjut hasil pembuatan biochar dari pengabdian sebelumnya oleh akademisi. Dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pertanian regeneratif dan simulasi pemanfaatan biochar kompos pada jenis tanah di Kalimantan Timur, khususnya terhadap hasil dari simulasi penanaman jagung manis menggunakan media biochar kompos  menunjukkan peningkatan produksi dan percepatan panen. Pada sesi konsultasi, masyarakat menyampaikan permasalahan lapangan dan memperoleh solusi alternatif dari akademisi maupun pihak ketiga. Kesimpulan: Pemanfaatan limbah organik setempat sebagai bahan baku biochar dapat mendukung keberlanjutan pertanian. Penggunaan biochar kompos sebagai media tanam terbukti meningkatkan hasil jagung manis serta mempercepat panen. Gambaran simulasi penanaman ini dipaparkan langsung dalam kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru untuk diterapkan pada lahan mereka.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TOL BALIKPAPANSAMARINDA PASCA KENAIKAN TARIF Muhammad Tahrir; Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Awalul Fatiqin; Windu Sukendar
Nusantara Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70260/nij.v1i2.16

Abstract

Terpilihnya Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara baru Republik indonesia secara tidak langsung memberi dampak terhadap perkembangan berbagai sektor di Provinsi Kalimantan Timur. Kota Samarinda dan Kota Balikpapan sebagai pusat penggerak roda perekonomian di Kalimantan Timur memiliki jalur tol sebagai jaringan jalan alternatif untuk memastikan pergerakan orang, barang dan jasa tidak mengalami berbagai kendala. Jalan Tol sebagai jalur alternatif, sesuai Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan disebutkan bahwa pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol yang digunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan pengembangan jalan tol. Pasal ini menunjukan adanya kewajiban konsumen sebagai pengguna jalan tol untuk membayar tarif tol. Persepsi masyarakat sebagai pengguna jalan yang menjadikan jalan tol sebagai jalan alternatif adalah dengan biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai berupa penghematan dalam biaya operasional kendaraan dan waktu, kenyamanan, keamanan dan fasilitas penunjang. Adanya kebijakan terbaru terkait naiknya tarif Tol Balikpapan-Samarinda mulai tanggal 26 April 2023 tentu berdampak pada meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh para konsumen pengguna jalan tol, untuk mengetahui dampak kenaikan tarif tol terbaru tersebut terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna jalan Tol Balikpapan-Samarinda maka dilakukan penelitian tentang tingkat kepuasan pengguna tol pasca kebijakan kenaikan tarif terbaru tol Balikpapan-Samarinda.
ANALISIS KETAHANAN PANGAN BERAS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2023-2032 Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Nurmaranti Alim; Muhammad Tahrir
Nusantara Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70260/nij.v1i2.20

Abstract

Konsumsi beras rata-rata penduduk Indonesia mencapai 139,15 kilogram per kapita per tahun. Tingginya konsumsi beras suatu wilayah akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah populasi pada suatu daerah tersebut. Provinsi Kalimantan Timur menjadikan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari konsumsi beras per kapita masyarakat rata-rata 89,5 kg/tahun. Kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur beras pada tahun 2025 diperkirakan lebih dari 535.000 ton. Kajian ini dilakukan melalui analisis mendalam terhadap berbagai dokumen pembangunan di Kalimantan Timur dan berbagai literatur lain yang relevan. Berbagai kecenderungan ke depan seperti jumlah penduduk, pola konsumsi dan lain-lain dengan perhitungan menggunakan data yang tersedia. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan bahwa Provinsi KALTIM mengalami defisit beras hingga tahun 2032 dengan rata-rata defisit sebesar -528.826,11 ton/tahun. Kebijakan skenario 1 yaitu Intensifikasi lahan sawah dengan asumsi produksi padi meningkat hingga 30%, dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 21%. Kebijakan skenario 2 yaitu Ekstensifikasi lahan sawah dengan mencetak lahan sawah baru 2 kali lipat dari jumlah lahan sawah yang sudah ada, dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 40% Kebijakan skenario 3 yaitu mengurangi konsumsi beras masyarakat KALTIM sebesar 10% per tahun, dapat menurunkan defisit beras * Korespondensi: Muhammad Tahrir E-mail: mtahrir26@gmail.com yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 24%. Kebijakan skenario 4 yaitu kombinasi dari ketiga skenario (1, 2, dan 3 ), dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 65%.