Anak migran Indonesia di Malaysia menghadapi kebutuhan pendidikan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan lingkungan pendidikan formal menjadikan sanggar belajar memiliki peran penting sebagai ruang pendukung pendidikan dan pembiasaan perilaku positif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian anak migran Indonesia melalui program pembiasaan positif di sanggar belajar. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di salah satu sanggar belajar di Malaysia, dengan subjek 20 anak migran Indonesia yang mengikuti kegiatan pembelajaran dan pendamping sanggar sebagai informan. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Program pembiasaan diintegrasikan dalam kegiatan belajar melalui kebiasaan hadir tepat waktu, menaati aturan, menyiapkan perlengkapan, menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, merapikan perlengkapan, dan melakukan aktivitas secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan positif pada keteraturan mengikuti kegiatan, kepatuhan terhadap aturan, kesadaran menyelesaikan tugas, kepedulian terhadap lingkungan belajar, serta kemampuan melakukan aktivitas tanpa ketergantungan berlebihan kepada pendamping. Untuk pengabdian selanjutnya, program pembiasaan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pemantauan perkembangan anak dan pelibatan pendamping serta orang tua agar penguatan karakter dapat berlangsung secara konsisten. Dengan demikian, pembiasaan positif dapat menjadi pendekatan yang relevan untuk memperkuat karakter anak migran Indonesia melalui kegiatan rutin di sanggar belajar.