Saiful Falah
Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tauhid Berbasis Ahlussunnah wal Jama'ah di Pesantren Muhammad Danial; Saiful Falah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41980

Abstract

Degradasi moral dan krisis spiritual pada generasi muda menjadi tantangan serius pendidikan Islam abad ke-21. Akar permasalahan terletak pada disintegrasi nilai tauhid dalam proses pembelajaran, di mana aspek kognitif seringkali terpisah dari internalisasi afektif dan pembiasaan psikomotorik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji validitas model kurikulum pendidikan tauhid berbasis Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di lingkungan pesantren yang terintegrasi dan holistik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor, melibatkan wakil kepala kurikulum, guru akidah dan Aswaja, wali kelas, musyrif, serta santri. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan angket validasi ahli. Analisis data kualitatif mengikuti model interaktif Miles, Huberman & Saldaña, sementara data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dan persentase kelayakan. Hasil penelitian adalah Model Kurikulum Pendidikan Tauhid Berbasis Ahlussunnah wal Jama'ah (KPT-Aswaja) yang secara eksplisit mengintegrasikan empat pilar: kurikulum formal, hidden curriculum, budaya pesantren, dan sistem pembinaan asrama. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi (rata-rata 92,5%) pada aspek konstruk, isi, dan keterterapan model. Uji coba terbatas mengindikasikan model ini efektif dalam menumbuhkan pemahaman tauhid yang komprehensif dan pembentukan karakter mutadayyin. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa model KPT-Aswaja merupakan sebuah kebaruan (novelty) yang menjembatani kesenjangan antara idealitas teologis Aswaja dengan praktik pendidikan di pesantren, menawarkan kerangka kerja sistemik untuk membentuk generasi khoir ummah yang kokoh secara intelektual, spiritual, dan moral.
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Pembentukan Karakter di Era Digital Vita Sari; Saiful Falah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42009

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era digital saat ini membawa perubahan besar dalam tatanan sosial masyarakat. Dengan demikian, Aswaja menekankan prinsip moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan adil (I’tidal) dalam bersikap dan beragama. Nilai-nilai ini sangat penting sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital yang menghawatirkan dengan informasi yang tidak terverifikasi dan potensi radikalisasi pemikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai Aswaja mampu membentengi manusia dari pengaruh negatif era digital. Metode yang digunakan studi pustaka atau library research pada literatur ilmiah, artikel jurnal, buku, dan dokumen lainnya yang relevan dengan peneltian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi nilai-nilai Aswaja tidak hanya membentuk karakter yang kuat secara spiritual, tetapi juga membentuk individu untuk menghargai keberagaman dan mencegah paham radikalisme digital. Generasi muda yang dibekali nilai-nilai ASWAJA akan tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat, terbuka terhadap perbedaan, adil dalam bersikap, serta bijak dalam memanfaatkan media digital.
Internalisasi Nilai-Nilai Tawassuth dan Tasamuh Melalui Perspektif Integrasi Kurikulum Merdeka pada SMA Al-Atiqiyah Sukabumi Ardianul Sofyan; Saiful Falah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai Tawassuth (moderat) dan Tasamuh (toleran) melalui integrasi Kurikulum Merdeka di SMA Al-Atiqiyah Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, serta siswa sebagai informan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilaksanakan melalui strategi integrasi ganda (dual-integration strategy) yang menghubungkan pembelajaran intrakurikuler dengan kegiatan kokurikuler melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pembiasaan budaya keagamaan yang berlangsung secara konsisten di lingkungan sekolah terbukti mampu membentuk habitus moderasi serta memperkuat ketahanan kognitif peserta didik terhadap narasi keagamaan yang ekstrem. Meskipun menghadapi tantangan berupa perbedaan kompetensi pedagogis guru dan pengaruh algoritma media sosial, sekolah mampu mengatasinya melalui strategi manajemen adaptif, antara lain penguatan dakwah kreatif berbasis digital, peningkatan kapasitas guru melalui lokakarya, serta pengembangan modul proyek berbasis nilai-nilai Aswaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama secara sistematis dalam pendidikan menengah.