Jahlan Naftali Remtula
Open University of Tanzania

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Universalisasi Sistem Pendidikan dan Transformasi Institusi Lokal: Tinjauan Interdisipliner antara Sosiologi Pendidikan, Kebijakan Global, dan Pembangunan Manusia Fritz Hotman Syahmahita Damanik; Oman Sukmana; Husni Thamrin; Jahlan Naftali Remtula
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v13i3.83683

Abstract

ABSTRAKPenyebaran global sistem pendidikan terstandar yang didorong oleh lembaga-lembaga internasional seperti UNESCO, Bank Dunia, dan OECD melalui kerangka Education for All (EFA) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (SDG 4) telah menimbulkan ketegangan mendalam dengan institusi pendidikan lokal di negara-negara Global South. Artikel ini mengembangkan tinjauan interdisipliner yang mengkaji universalisasi sistem pendidikan dan dampak transformatifnya terhadap institusi pendidikan lokal, dengan mengintegrasikan perspektif sosiologi pendidikan, studi kebijakan pendidikan global, dan teori pembangunan manusia. Penelitian ini didorong oleh pengamatan bahwa agenda pendidikan global yang dominan sering kali beroperasi sebagai proyek hegemonik yang secara sistematis meminggirkan beragam tradisi pendidikan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur kualitatif sistematis dan analisis sekunder terhadap studi empiris serta dokumen kebijakan, artikel ini mengkaji tiga pertanyaan utama: bagaimana agenda kebijakan pendidikan global merestrukturisasi medan institusional pendidikan lokal; bagaimana berbagai tipe institusi lokal merespons tekanan universalisasi; dan apa konsekuensi transformasi ini bagi pembangunan manusia komunitas yang warisan pendidikannya sedang dipertaruhkan. Dengan mensintesis teori medan Bourdieu, analisis isomorfisme institusional Meyer dan Rowan, serta pendekatan kapabilitas Amartya Sen, penelitian ini mengidentifikasi empat tipologi respons institusional terhadap universalisasi: akomodasi adaptif, resistensi selektif, subordinasi pasif, dan transformasi emansipatif. Kasus Indonesia dengan keragaman tradisi pendidikannya yang luar biasamencakup pesantren, sekolah adat, madrasah, dan sekolah negerimenjadi referensi empiris utama dalam menganalisis dinamika tersebut. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan manusia yang sejati memerlukan kerangka tata kelola multikultural yang mengakui dan mendukung keberagaman institusional tradisi pendidikan.
Metacognitive Readiness in Digital Learning and Its Role in ‎Lifelong Learning Pathways Fritz Hotman Syahmahita Damanik; Jahlan Naftali Remtula
Digital Learning, Social Science, and Life-course Studies Vol. 2 No. 1 (2026): June
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/disolife.v1i2.349

Abstract

Digital learning increasingly structures educational participation across the lifespan, yet little is known about how cognitive resources developed in digital contexts shape long-term learning pathways. This study examines metacognitive readiness in digital learning and its role in lifelong learning pathways using a life-course oriented cross-sectional design. A total of 224 participants were recruited across three life-course stages: adolescence, emerging adulthood, and adulthood. Metacognitive readiness, digital learning experience, and lifelong learning orientation were measured using validated instruments. Analyses compared mean-level differences across stages and tested stage-specific predictive models and interaction effects. Results revealed three consistent patterns. First, metacognitive readiness increased systematically across life-course stages. Second, metacognitive readiness was positively associated with lifelong learning orientation in all stages, with the strength of association increasing from adolescence to adulthood. Third, regression and interaction analyses showed that the predictive role of metacognitive readiness became significantly stronger in later life-course positions, indicating a changing functional role across developmental contexts. These findings suggest that metacognitive readiness is not merely a proximal learning skill but a life-course resource that increasingly shapes individuals’ orientation toward lifelong learning. The study advances digital learning research by shifting attention from short-term outcomes to long-term learning trajectories and highlights the importance of embedding metacognitive support in digital education to sustain learning across the lifespan.