Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wahyu, Brilliant ANATOMI RISIKO KEBAKARAN GEDUNG PUBLIK : ANALISIS KERENTANAN SISTEMIK BSCC DOME BERBASIS SWISS CHEESE MODEL DAN BOW-TIE ANALYSIS Brilliant Al-Yanuar Wahyu; Muslim
Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. 8, No. 1, Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerentanan bencana kebakaran pada gedung publik tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik bangunan, tetapi juga oleh bagaimana lapisan-lapisan pertahanan bekerja atau justru menyisakan celah yang saling melengkapi. Berangkat dari kerangka Swiss Cheese Model, penelitian ini mengkaji kerentanan bencana kebakaran pada Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome sebagai gedung multifungsi yang berperan penting bagi Kota Balikpapan dan penyangga IKN Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerentanan kebakaran BSCC Dome, serta merumuskan upaya pengurangan kerentanan yang terdapat pada BSCC Dome. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan integrasi Swiss Cheese Model dan Bow-Tie Analysis untuk memetakan hubungan antara sumber bahaya, top event, penghalang, dan konsekuensi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 13 informan kunci, observasi sistem proteksi kebakaran dan pengelolaan gedung, serta studi dokumen regulasi dan standar teknis. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi, penyusunan narasi tematik, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat oleh triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSCC Dome memiliki indeks kerentanan 2,74 (kategori risiko tinggi) dengan pola kerentanan yang bersifat sistemik, yaitu kelemahan pada kebijakan dan manajemen keselamatan, infrastruktur proteksi yang tidak sepenuhnya berfungsi, personel yang belum merata kompetensinya, serta koordinasi eksternal yang belum terlembaga kuat. Dibandingkan dengan SICC dan ICE BSD sebagai benchmark nasional, BSCC Dome masih tertinggal dalam penerapan sistem keselamatan kebakaran berlapis dan terstandar. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya penguatan setiap lapisan pertahanan secara konsisten agar “lubang-lubang” kerentanan tidak sejajar dan mampu memutus rantai terjadinya kebakaran pada saat okupansi tinggi.
Strengthening Community Preparedness Through Earthquake Mitigation Socialization in Pacet District, Cianjur Regency Puspa Salsabila Salsabila; Sulthon Rohmadin; Muslim; Dadan Adam Ismail
Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to earthquake disasters due to its geographical location along the Pacific Ring of Fire and the convergence of major tectonic plates. One of the regions affected by seismic activity is Cianjur Regency, West Java, which experienced a destructive magnitude 5.6 earthquake in 2022 associated with the Cugenang Fault. The disaster caused significant casualties, infrastructure damage, and displacement, highlighting the importance of improving community preparedness and disaster awareness, particularly in earthquake-prone areas. This community service activity aimed to enhance public understanding of earthquake hazards, disaster preparedness, and emergency response procedures in Pacet District, Cianjur Regency, one of the areas located near the Cugenang Fault zone. The activity involved village officials, members of the Civil Service Police Unit (Satpol PP), Disaster Preparedness Youth (Tagana), and community representatives. The implementation was carried out through several stages, including preparation, educational socialization, interactive discussions, question-and-answer sessions, and evaluation. The educational materials covered earthquake characteristics and causes, the impacts of the 2022 Cianjur earthquake, disaster preparedness measures, emergency go-bag preparation, evacuation routes and assembly points, and actions to take before, during, and after an earthquake. The results showed that participants demonstrated high enthusiasm and active participation throughout the activity. Participants gained a better understanding of disaster preparedness and mitigation efforts, particularly regarding appropriate emergency response actions during earthquakes.