Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Pada An.M Dengan Hipovolemia Dalam Penerapan Terapi Cairan Sari Kurma Untuk Meningkatkan Trombosit Di Ruang Siti Fatimah RSI Ibnu Sina Bukittinggi Tahun 2026 Suci Wahdani; Liza Merianti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan hipovolemia akibat kebocoran plasma dan trombositopenia. Salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit adalah sari kurma. Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan DHF yang mengalami hipovolemia melalui penerapan terapi cairan sari kurma untuk membantu meningkatkan trombosit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada An. M di Ruang Siti Fatimah RSI Ibnu Sina Bukittinggi selama tiga hari. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan disertai pemberian terapi cairan sari kurma, kondisi pasien menunjukkan perbaikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah trombosit, suhu tubuh kembali normal, serta tanda-tanda hipovolemia berkurang. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan yang disertai terapi cairan sari kurma sebagai terapi komplementer dapat membantu meningkatkan trombosit dan mendukung pemulihan pasien anak dengan DHF. Disarankan agar terapi cairan sari kurma dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang diberikan sesuai indikasi dan dikombinasikan dengan terapi medis standar untuk mendukung proses penyembuhan pasien DHF.
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi Tahun 2025 Devita Maharani; Kriscillia Molly Morita; Liza Merianti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Dini Menyusui (EIBF) adalah praktik pemberian kolostrum segera setelah kelahiran, yang membantu mencegah perdarahan pascapersalinan dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Namun, tingkat pemahaman ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi, Bukittinggi, masih belum jelas. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi pada tahun 2025. Desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan. Tujuh puluh tujuh ibu pascapersalinan di bangsal bersalin dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Statistik deskriptif (persentase, rata-rata, distribusi frekuensi) digunakan untuk analisis data. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan sedang (54,5%), diikuti oleh baik (24,7%) dan buruk (20,8%). Ibu-ibu berusia 26–35 tahun, mereka yang setidaknya berpendidikan SMA, dan mereka yang menerima konseling intensif dari penyedia layanan kesehatan lebih cenderung memiliki pengetahuan yang baik. Dukungan dari keluarga dan staf kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi ASI eksklusif. Meskipun sebagian besar ibu pascapersalinan memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif, 20,8% masih menunjukkan pemahaman yang kurang memadai. Disarankan untuk memberikan intervensi pendidikan intensif bagi ibu-ibu dengan pengetahuan yang kurang melalui program pendidikan antenatal dan dukungan berkelanjutan dari staf kebidanan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024 Rahmadhani Azizah; Liza Merianti; Kriscillia Molly Morita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 5 (2026): OKTOBER - NOVEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang umum terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah dan dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kondisi ini perlu diidentifikasi secara dini karena hiperbilirubinemia yang berat dapat menyebabkan komplikasi pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, khususnya jenis persalinan, asfiksia, dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan retrospektif case-control. Populasi penelitian berjumlah 514 bayi yang dirawat selama periode Januari–Desember 2024, dengan sampel sebanyak 82 bayi yang terdiri atas 41 kelompok kasus dan 41 kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% bayi dilahirkan melalui seksio sesarea, 53,7% mengalami asfiksia, dan 47,6% mengalami BBLR. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p-value = 0,015; OR = 3,04), asfiksia (p-value = 0,008; OR = 3,36), dan BBLR (p-value = 0,015; OR = 3,01) dengan kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa seksio sesarea, asfiksia, dan BBLR berhubungan dengan peningkatan peluang terjadinya ikterus neonatorum. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam meningkatkan identifikasi faktor risiko, pemantauan, serta pencegahan dan penatalaksanaan dini ikterus neonatorum.