Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Faktor Resiko Kejadian Gastritis pada Pasien Gastritis di Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2025 Nurul Fadhilah; Aida Andriani; Kriscillia Molly Morita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi. Peningkatan angka kasus gastritis diduga erat kaitannya dengan faktor gaya hidup masyarakat seperti pola makan, konsumsi kopi, stres, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran factor resiko kejadian gastritis pada pasien di Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gastritis yang berobat di Puskesmas Guguk Panjang sebanyak 61 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup variabel pola makan, konsumsi kopi, stres, dan merokok. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,7%) dan kelompok usia dewasa (55,7%). Sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (50,8%), konsumsi kopi buruk (60,7%), tingkat stres sedang–tinggi (80,4%), serta kebiasaan merokok buruk (27,9%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor gaya hidup, khususnya pola makan tidak teratur, konsumsi kopi berlebihan, serta stres yang tinggi berperan besar dalam kejadian gastritis pada pasien. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan program edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat dan pencegahan gastritis.
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi Tahun 2025 Devita Maharani; Kriscillia Molly Morita; Liza Merianti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Dini Menyusui (EIBF) adalah praktik pemberian kolostrum segera setelah kelahiran, yang membantu mencegah perdarahan pascapersalinan dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Namun, tingkat pemahaman ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi, Bukittinggi, masih belum jelas. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi pada tahun 2025. Desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan. Tujuh puluh tujuh ibu pascapersalinan di bangsal bersalin dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Statistik deskriptif (persentase, rata-rata, distribusi frekuensi) digunakan untuk analisis data. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan sedang (54,5%), diikuti oleh baik (24,7%) dan buruk (20,8%). Ibu-ibu berusia 26–35 tahun, mereka yang setidaknya berpendidikan SMA, dan mereka yang menerima konseling intensif dari penyedia layanan kesehatan lebih cenderung memiliki pengetahuan yang baik. Dukungan dari keluarga dan staf kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi ASI eksklusif. Meskipun sebagian besar ibu pascapersalinan memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif, 20,8% masih menunjukkan pemahaman yang kurang memadai. Disarankan untuk memberikan intervensi pendidikan intensif bagi ibu-ibu dengan pengetahuan yang kurang melalui program pendidikan antenatal dan dukungan berkelanjutan dari staf kebidanan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024 Rahmadhani Azizah; Liza Merianti; Kriscillia Molly Morita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 5 (2026): OKTOBER - NOVEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang umum terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah dan dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kondisi ini perlu diidentifikasi secara dini karena hiperbilirubinemia yang berat dapat menyebabkan komplikasi pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, khususnya jenis persalinan, asfiksia, dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan retrospektif case-control. Populasi penelitian berjumlah 514 bayi yang dirawat selama periode Januari–Desember 2024, dengan sampel sebanyak 82 bayi yang terdiri atas 41 kelompok kasus dan 41 kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% bayi dilahirkan melalui seksio sesarea, 53,7% mengalami asfiksia, dan 47,6% mengalami BBLR. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p-value = 0,015; OR = 3,04), asfiksia (p-value = 0,008; OR = 3,36), dan BBLR (p-value = 0,015; OR = 3,01) dengan kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa seksio sesarea, asfiksia, dan BBLR berhubungan dengan peningkatan peluang terjadinya ikterus neonatorum. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam meningkatkan identifikasi faktor risiko, pemantauan, serta pencegahan dan penatalaksanaan dini ikterus neonatorum.