Inisiasi Dini Menyusui (EIBF) adalah praktik pemberian kolostrum segera setelah kelahiran, yang membantu mencegah perdarahan pascapersalinan dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Namun, tingkat pemahaman ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi, Bukittinggi, masih belum jelas. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu pascapersalinan tentang EIBF di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi pada tahun 2025. Desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan. Tujuh puluh tujuh ibu pascapersalinan di bangsal bersalin dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Statistik deskriptif (persentase, rata-rata, distribusi frekuensi) digunakan untuk analisis data. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan sedang (54,5%), diikuti oleh baik (24,7%) dan buruk (20,8%). Ibu-ibu berusia 26–35 tahun, mereka yang setidaknya berpendidikan SMA, dan mereka yang menerima konseling intensif dari penyedia layanan kesehatan lebih cenderung memiliki pengetahuan yang baik. Dukungan dari keluarga dan staf kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi ASI eksklusif. Meskipun sebagian besar ibu pascapersalinan memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif, 20,8% masih menunjukkan pemahaman yang kurang memadai. Disarankan untuk memberikan intervensi pendidikan intensif bagi ibu-ibu dengan pengetahuan yang kurang melalui program pendidikan antenatal dan dukungan berkelanjutan dari staf kebidanan.