Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon merupakan wilayah yang berdekatan dengan aktivitas industri sehingga membutuhkan pemantauan lingkungan yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi Internet of Things berbasis sensor untuk memantau suhu, kelembaban, karbon monoksida, dan partikulat halus PM2.5 secara real-time. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu dengan melibatkan 25 warga sebagai peserta aktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis prototyping melalui tahapan observasi, perancangan sistem, perakitan perangkat, instalasi sensor, pelatihan penggunaan dashboard, pendampingan, dan evaluasi. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DHT22, sensor MQ-7, sensor PM2.5, modul Wi-Fi, dan dashboard web. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perangkat mampu membaca serta menampilkan data lingkungan secara real-time. Setelah pendampingan, nilai CO menurun dari 9,8 ppm menjadi 8,1 ppm, sedangkan PM2.5 menurun dari 41,6 µg/m³ menjadi 34,2 µg/m³. Selain menghasilkan perangkat monitoring, kegiatan ini meningkatkan pemahaman warga dalam membaca data lingkungan melalui dashboard. Dengan demikian, implementasi IoT berbasis sensor dapat menjadi teknologi tepat guna yang aplikatif, edukatif, dan relevan untuk mendukung pemantauan lingkungan masyarakat di wilayah industri.