Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI SUARA UNGGAS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Anwen Steven Athena Cahyono; Edwin Sanjaya Sijoatmodjo; Ignasius Angello Leonel Christiputra Susianto; Imam Rubai Putra; Jeremy Marcellino Limantoro; Muhammad Anggoro Binadro; Hendry Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan unggas komersial modern menuntut pengawasan biosekuriti selama 24 jam penuh untuk meminimalkan risiko penularan penyakit fatal, seperti Avian Influenza, yang dapat dibawa oleh infiltrasi burung liar ke area kandang unggas ternak. Pemantauan manual terbukti kurang efektif karena keterbatasan jangkauan pendengaran manusia, potensi human error, dan tingginya biaya operasional tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem peringatan dini otomatis berbasis bioakustik untuk mendeteksi kehadiran burung liar melalui integrasi ekstraksi ciri Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) dan klasifikasi menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Metode penelitian meliputi akuisisi data audio dari platform multimedia, pra-pemrosesan sinyal menggunakan trimming 2 detik dengan Audacity, ekstraksi 160 fitur akustik, serta optimasi model melalui penerapan Dropout, Batch Normalization, dan Class Weights untuk mengatasi ketimpangan data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model ANN mampu mencapai akurasi akhir sebesar 90% pada data uji, model menunjukkan performa terbaik pada kelas kutilang dan perkutut dengan tingkat presisi 100% sebagai indikator ancaman. Meskipun demikian, terdapat penurunan performa pada kelas angsa dengan recall sebesar 67% akibat overlapping vocals di lingkungan nyata. Dengan demikian, sistem berbasis MFCC-ANN ini terbukti efektif dan layak digunakan sebagai purwarupa sistem peringatan dini untuk mendukung biosekuriti dan pengawasan peternakan cerdas. Penguatan analisis ini menunjukkan bahwa pendekatan bioakustik tidak hanya membantu identifikasi suara, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketepatan respons peternak terhadap ancaman lingkungan secara lebih efisien.
PENERAPAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA ANTI-BULLYING: STUDI KASUS DI SMPK SANTA MARIA 1 MALANG Anwen Steven Athena Cahyono; Edwin Sanjaya Sijoatmodjo; Ignasius Angello Leonel Christiputra Susianto; Imam Rubai Putra; Muhammad Anggoro Binadro; Paulus Lucky Tirma Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform media sosial telah menjadi ruang interaksi utama tanpa batas ruang dan waktu, namun intensitas penggunaannya di kalangan remaja sering kali tidak diimbangi dengan penerapan etika digital yang memadai. Rendahnya kesadaran ini kerap memicu permasalahan serius, khususnya perilaku cyberbullying melalui interaksi daring, termasuk penyalahgunaan second account yang memungkinkan anonimitas tanpa kontrol moral. Permasalahan faktual ini diidentifikasi pada siswa kelas VIII di SMPK Santa Maria 1 Malang, di mana kecenderungan tersebut berpotensi memicu konflik nyata di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi etika bermedia sosial guna membangun karakter siswa yang anti-bullying. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui empat tahapan: pendampingan awal daring (pre-test), pelaksanaan seminar interaktif luring, pendampingan akhir daring (post-test) dan tahap evaluasi kegiatan (refleksi siswa, dan wawancara guru). Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif 80 siswa. Meskipun terdapat dinamika teknis penggunaan gawai di lapangan, tingkat penyelesaian instrumen evaluasi berhasil mencapai lebih dari 90% representasi data valid. Hasil pengukuran menunjukkan pemahaman teoritis awal siswa mengenai etika digital telah berada pada kategori sangat baik, dengan rata-rata ketepatan jawaban 90% saat pre-test. Setelah intervensi melalui simulasi kasus, pemahaman siswa mengalami penguatan (reinforcement) guna menyempurnakan celah pemahaman tersisa hingga mencapai ketuntasan optimal (mendekati 100%). Lebih lanjut, hasil evaluasi pasca-kegiatan mengonfirmasi bahwa siswa secara praktis semakin menyadari dampak psikologis komentar negatif dan pentingnya empati di ruang maya. Dengan demikian, penerapan edukasi etika digital interaktif terbukti efektif mematangkan karakter positif siswa dan mencegah potensi perundungan di sekolah.