Yuan Alida Putri
Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Kosakata Bahasa Mandarin melalui Media Lumio di SD Swasta Cahaya Mentari Yuan Alida Putri; Lily Thamrin; Bun Yan Khiong
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4301

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan platform interaktif digital Lumio dalam pembelajaran kosakata Bahasa Mandarin sebagai solusi, dengan melibatkan 21 siswa kelas V SD Swasta Cahaya Mentari. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode campuran. Penelitian mencakup pre-tes, pembelajaran menggunakan media Lumio, post-tes yang dikombinasikan dengan observasi, wawancara, dan quesioner. Hasil nilai rata-rata meningkat secara signifikan dengan nilai N-gain sebesar 0,44 masuk kategori sedang. Berdasarkan penggolongan nilai N-gain, hasil penelitian menunjukkan bahwa 28,57% siswa dikategorikan sebagai “tinggi”, 42,86% siswa dikategorikan sebagai “sedang”, 14,29% siswa dikategorikan sebagai “rendah”, 9,52% siswa dikategorikan sebagai “tidak terjadi peningkatan”, 4,8% siswa dikategorikan sebagai “terjadi penurunan”. Observasi menunjukkan keaktifan dan durasi perhatian siswa meningkat, serta umpan balik positif mengenai siswa yang menyatakan pelajaran menjadi lebih menyenangkan, mudah diingat, dan memotivasi. Guru menilai media Lumio praktis saat dioperasikan, sumber daya tersedia instan, serta templat berbasis permainan sesuai dengan karakteristik kognitif anak sekolah dasar sehingga dapat dipadukan ke dalam pembelajaran konvensional. Penelitian ini membuktikan bahwa media Lumio dapat mengatasi hambatan penguasaan kosakata Bahasa Mandarin pada siswa sekolah dasar, sekaligus menawarkan model pembelajaran digital interaktif yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain di Indonesia maupun kawasan multilingual lainnya. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kosakata Bahasa Mandarin yang sulit dipahami meski telah menggunakan media Lumio, sehingga guru tetap perlu menjelaskan makna kosakata Bahasa Mandarin secara rinci.