Bagus Widya Panuntun
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negosiasi Sebagai Instrumen Manajemen Konflik: Studi Kasus Perilaku Verbal Siswa terhadap Guru di SMA Negeri 1 Purwakarta Gina Melinda; Bagus Widya Panuntun; Aldina Dinda Salsabila; Akeyla Lovely Diva M; Kholis Arifin; Saliman Saliman; Yumi Hartati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku menyimpang siswa terhadap guru, bagaimana definisi negosiasi dan gaya negosiasi yang diimplementasikan dalam konteks lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal nasional dan internasional, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Data diperoleh melalui penelusuran basis data akademik seperti Google Scholar dan Sinta menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan negosiasi, manajemen konflik, komunikasi guru-siswa, dan perilaku verbal di lingkungan sekolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi tema, perbandingan temuan penelitian, dan sintesis literatur untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai penerapan negosiasi sebagai instrumen manajemen konflik dalam lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku verbal siswa terhadap guru mencakup spektrum yang luas, mulai dari resistensi verbal halus, negosiasi implisit, hingga konfrontasi terbuka. Berbagai literatur menegaskan bahwa negosiasi terbukti efektif sebagai instrumen manajemen konflik apabila melibatkan empat elemen kunci, yakni keterbukaan komunikasi, pengakuan posisi masing-masing pihak, pencarian solusi bersama, dan kesepakatan yang berkeadilan. Temuan kajian ini mengimplikasikan bahwa sekolah perlu mengembangkan budaya negosiasi yang terstruktur sebagai bagian dari kebijakan manajemen konflik guna menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan hubungan guru-siswa yang lebih harmonis.