Krismiyati Kanaf
Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi untuk Mengembangkan Aspek Kognitif untuk Anak Usia Dini Umur 5-6 Tahun: Sebuah Kajian Literatur Veni Bara Lay; Dewita Karlina Rumaseb; Krismiyati Kanaf; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4906

Abstract

Perkembangan pemikiran anak di usia dini sangat krusial karena menjadi fondasi yang kuat untuk mendukung proses pembelajaran di kemudian hari. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak, mempertahankan fokus, dan menyelesaikan soal yang seharusnya mudah. Hal ini mendorong guru untuk mencari metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, sesuai dengan tahap perkembangan anak. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah penggunaan video animasi. Media ini dapat menyampaikan informasi secara menarik dengan menggabungkan gambar, suara, warna, dan gerakan, sehingga mudah dipahami oleh anak. Meskipun pemanfaatan video animasi semakin meningkat dalam pengajaran anak-anak, banyak penelitian yang ada masih tersebar dan kurang terorganisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait penggunaan video animasi dalam memperkuat kemampuan berpikir anak. Tinjauan ini mencakup sepuluh artikel yang membahas berbagai aspek seperti kemampuan berpikir, bahasa, sosial-emosional, dan penanaman karakter. Hasilnya menunjukkan bahwa video animasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir anak, dengan faktor-faktor seperti kesesuaian materi dan durasi, keterlibatan guru, serta partisipasi anak dalam diskusi. Namun, penelitian eksperimental yang mengangkut kelompok kontrol sudah terbatas, sehingga diperlukan studi tambahan dengan desain yang lebih baik dan sampel yang lebih besar.