Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Menurut Imam Al-Ghazali Agus Puspita W, Dhevin M.Q
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1173

Abstract

Abstrak, Akhlak menurut Imam Al Ghazali adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Pendidikan akhlak anak usia dini sangatlah penting karena pembentukan kepribadian sejak kecil akan berdampak kepada fase kehidupan selanjutnya, menancap menjadi karakter yang kuat pada jiwa anak. materi pendidikan akhlak anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali terdiri dari beberapa hal yaitu akhlak terhadap allah, akhlak terhadap orang tua dan akhlak kepada diri sendiri yang meliputi : adab makan, adab berpakaian, sabar berani, adab berjalan, larangan sering mengucapkan sumpah, larangan mencuri. Tujuan pendidikan akhlak yakni membentuk manusia yang beriman dan pertakwa kepada allah swt, memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkanya bagi kesejahteraan umat manusia, membentuk keluhuran akhlak dan budi pekerti, memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat, merehabilitasi akhlak umat yang telah rusak, menanamkan persaudaraan, kasih sayang sesama umat manusia dan menjaga kelestarian alam semesta. sedangkan metode pendidikan akhlak bagi anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode kisah, metode ganjaran (hadiah) dan hukuman.
THE ROLE OF TEACHERS AS AGENTS OF TRANSFORMATION IN PAI LEARNING INNOVATION IN THE DIGITAL ERA Wahidah, Nur; Agus Puspita W, Dhevin M.Q
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 4 No. 1 (2025): The 4rd International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of teachers as transformation agents is very important in Islamic Religious Education (PAI) learning innovation in the digital era. Challenges such as low digital literacy and limited technological infrastructure require a strategic approach in integrating learning technology. This research aims to identify the role of PAI teachers in developing digital learning innovations, the challenges they face, and the opportunities available. This research uses a descriptive qualitative approach withdata collection techniques in the form of in-depth interviews, observation and documentation. The informants consisted of PAI teachers in middle and high schools in Jember Regency. The research results show that PAI teachers have utilized technology such as LMS, interactive applications, and blended learning models to create relevant and interesting learning. The main challenges include a lack of digital literacy training and limited infrastructure, but opportunities such as government training programs are a strategic solution. This research concludes that technology integration can increase students' understanding of religious values while forming an Islamic character that is adaptive to the digital era.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Taman Kanak Kanak Islam Baitul Haq Desa Kabuaran Kunir Lumajang Agus Puspita W, Dhevin M.Q; Budianto, Nanang; Dasuki, Moh; Masruroh, Dhifani; Faradina H.F, Intan
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v2i2.1829

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi penting untuk untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena banyak penyakit yang bisa dicegah jika masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat. Anak usia dini merupakan kelompok usia yang rentan untuk mengalami masalah kesehatan karena sebagian waktunya dihabiskan diluar lingkungan rumah dan diluar pengawasan orang tua. Saat anak berada di lingkungan sekolah bisa mengalami penularan penyakit dari teman sebaya, dari lingkungan sekolah atau bisa saja mengkonsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Anak usia dini juga merupakan kelompok usia yang mudah untuk diberikan pengetahuan tentang PHBS untuk membentuk perilaku yang sehat. Sekolah anak usia dini atau bisa disebut TK Islam Bitul Haq berlokasi dilingkungan yang padat penduduk dan belum tersedia wastafel untuk mencuci tangan yang memenuhi syarat kesehatan. Karena hal tersebut maka sangat tepat jika dilakukan pemberian pengetahuan tentang PHBS melalui metode ceramah yang menarik yang kemudian dilanjutkan dengan praktek dan tanya jawab. Pelaksanaan sosialisasi berlangsung dengan baik, anak-anak juga sangat antusias saat mendengarkan paparan dan sangat aktif saat diskusi. Anak-anak juga terlihat sudah memahami konsep PHBS dan sudah mengerti bagaimana cara melaksanakannya.
PENDAMPINGAN METODE YANBU’A DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI TPQ Agus Puspita W, Dhevin M.Q; Enti, Putri; Wahidah, Nur; Machfudin, M.
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v4i1.2611

Abstract

This community service program aims to enhance the Qur’an reading skills of students at TPQ Puger Wetan, Puger District, Jember, through the implementation of the Yanbu’a Method. A total of 55 students actively participated in an eight-week mentoring process. The Yanbu’a Method was selected because it has been proven effective in guiding learners to read the Qur’an gradually, systematically, and in accordance with the principles of tajwīd. The mentoring activities were carried out using a Participatory Action Research (PAR) approach, which emphasizes the active involvement of the service team, instructors, and students across all stages of the program—from problem identification, planning, training, and implementation to reflection and evaluation. The results demonstrate a significant improvement in students’ fluency, accuracy of makhraj articulation, and application of tajwīd rules. In addition, the instructors became more skilled in delivering lessons using the Yanbu’a Method in a structured manner, while parental and community participation increased in supporting the learning process. Institutionally, TPQ Puger Wetan experienced strengthened management and improved instructional quality, enabling the institution to independently continue applying the method. Thus, the implementation of the Yanbu’a Method proved effective not only in improving students’ Qur’an reading competence but also in reinforcing collaboration among teachers, students, and the community in nurturing a Qur’anic-oriented generation.