Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN MATA AKIBAT PENGGUNAAN GADGET YANG BERLEBIHAN Marsya S; Basri Basri; Bayu Eka Kurniawan
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.238

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada remaja dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti mata lelah, mata kering, dan penurunan ketajaman penglihatan. Pengetahuan yang baik mengenai dampak tersebut diharapkan membentuk sikap positif dalam menjaga kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang kesehatan mata akibat penggunaan gadget berlebihan di SMAN 5 Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 86 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan 53,5% responden memiliki pengetahuan baik dan 83,7% memiliki sikap baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p<0,05). Semakin baik pengetahuan remaja, semakin baik pula sikap mereka dalam menjaga kesehatan mata. Sekolah perlu meningkatkan edukasi kesehatan mata melalui kegiatan penyuluhan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Terhadap Kualitas Hidup Lansia Di Panti Sosial Al-Kautsar Kota Palu Suaib Suaib; Basri Basri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1463

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). PPOK bersifat progresif dan menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik, penurunan fungsi paru, serta berdampak terhadap kualitas hidup penderita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK adalah melalui pendidikan kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengelolaan penyakit. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PPOK terhadap kualitas hidup lansia di Panti Sosial Al-Kautsar Kota Palu. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 30 lansia dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang PPOK diberikan dalam dua sesi menggunakan metode ceramah, diskusi, dan media leaflet. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF sebelum dan dua minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Rata-rata skor kualitas hidup sebelum pendidikan kesehatan adalah 56,43 ± 8,52, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 68,27 ± 7,31. Hasil uji Paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor kualitas hidup sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan (p < 0,001). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang PPOK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Al-Kautsar Kota Palu. Pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola penyakit dan mempertahankan kualitas hidup