Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). PPOK bersifat progresif dan menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik, penurunan fungsi paru, serta berdampak terhadap kualitas hidup penderita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK adalah melalui pendidikan kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengelolaan penyakit. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PPOK terhadap kualitas hidup lansia di Panti Sosial Al-Kautsar Kota Palu. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 30 lansia dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang PPOK diberikan dalam dua sesi menggunakan metode ceramah, diskusi, dan media leaflet. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF sebelum dan dua minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Rata-rata skor kualitas hidup sebelum pendidikan kesehatan adalah 56,43 ± 8,52, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 68,27 ± 7,31. Hasil uji Paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor kualitas hidup sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan (p < 0,001). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang PPOK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Al-Kautsar Kota Palu. Pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola penyakit dan mempertahankan kualitas hidup