Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswa dalam mengoordinasikan gerakan lengan, tungkai, posisi tubuh, dan pernapasan pada renang gaya bebas. Kesalahan koordinasi tersebut dapat menurunkan efisiensi gerak dan mempercepat kelelahan, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metode bagian dan metode keseluruhan terhadap keterampilan renang gaya bebas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Catur Insan Cendekia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 mahasiswa yang diperoleh melalui total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Kelompok pertama diberikan perlakuan metode bagian, sedangkan kelompok kedua diberikan perlakuan metode keseluruhan. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan renang gaya bebas 25 meter yang menilai teknik lengan, tungkai, pernapasan, koordinasi gerak, dan waktu tempuh. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, Paired Sample t-Test, dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas dengan nilai p < 0,001. Namun, metode bagian menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan metode keseluruhan. Dengan demikian, metode bagian lebih efektif digunakan pada tahap awal pembelajaran, sedangkan metode keseluruhan dapat diterapkan untuk memantapkan koordinasi gerak secara utuh. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan pelatih dalam menyusun program pembelajaran renang yang bertahap, sistematis, dan efektif.