Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Budaya : Studi Pemberdayaan Masyarakat Desa Ke’te Kesu Junianti Sinusi; Ridwan Said; Sri Wahyuni; Muhammad Ali Salman
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.29366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam program pengelolaan ekowisata berbasis budaya di desa wisata Ke'te Kesu, Kabupaten Toraja Utara. Fokus penelitian ini adalah tahapan pemberdayaan masyarakat dan faktor - faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor pendukung dan faktor penghambat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui enam tahapan utama: (1) Tahap persiapan yang meliputi persiapan lapangan dan kegiatan persiapan kelompok; (2) Tahap penilaian berupa proses identifikasi potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat lokal desa Ke'te Kesu; (3) Tahap perencanaan program alternatif, berupa perumusan kebutuhan masyarakat lokal dan memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat lokal; (4) Tahap pelaksanaan, berupa implementasi rencana program yang telah disepakati; (5) Tahap evaluasi, berupa penilaian apakah kegiatan pemberdayaan telah berjalan sesuai rencana dan membahas kekurangan program. (6) Tahap penghentian, dalam bentuk pemutusan hubungan secara formal dengan masyarakat setempat. Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah motivasi masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah, sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya dan fasilitas serta infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan ekowisata berbasis budaya telah meningkatkan standar hidup ekonomi dan meningkatkan pelestarian situs budaya yang diwarisi dari leluhur masyarakat Toraja. Namun, masalah akan tetap ada dan membutuhkan pihak lain untuk menyelesaikannya. Tingkat partisipasi aktif masyarakat, meskipun pada awalnya terdapat perbedaan pendapat, sangatlah penting.
Analysis of Posyandu Advisory Team Role in Preparing Six Minimum Service Standards Transformation Nur Ahda Insan Febriani; Muhammad Ali Salman; Ridwan; Sri Wahyuni
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 16 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v16i2.126-135

Abstract

The transformation of Posyandu based on the six Minimum Service Standards (SPM) is a strategic initiative to strengthen integrated community-based public services. However, its implementation in East Kalimantan Province remains at an early stage and faces challenges related to institutional readiness, human resource capacity, and cross-sectoral coordination. Therefore, this study aims to examine the role of the Posyandu Development Team in supporting the preparation for the implementation of SPM-based Posyandu. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving nine purposively selected informants, consisting of three members of the Posyandu Development Team and six Posyandu cadres. The data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of SPM-based Posyandu has not yet been fully supported by adequate institutional readiness and human resource capacity at the regional level. The Posyandu Development Team plays significant roles as a regulator, facilitator, and dynamizer through monitoring and evaluation, capacity building, cross-sectoral coordination, and efforts to enhance community participation. These findings contribute to a better understanding of the strategic role of the Posyandu Development Team in supporting the implementation of SPM-based Posyandu and provide practical recommendations for strengthening institutional capacity, improving cross-sectoral coordination, and enhancing community participation.