Urbanisasi yang meningkat pesat di wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian, meningkatkan tekanan terhadap sistem pangan, serta mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung lebih menyukai pangan instan dibandingkan pangan bergizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan urban farming , sikap terhadap urban farming , norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dalam mendukung intensitas konsumsi pangan bergizi seimbang di Kalurahan Baciro. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 43 orang ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok urban farming yang diambil berdasarkan teknik sampel jenuh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan urban farming bernilai tinggi dengan persentase 73,62%, sikap terhadap urban farming bernilai tinggi dengan persentase 80,41%, norma subjektif bernilai tinggi dengan persentase 74,88%, persepsi kontrol perilaku bernilai tinggi dengan persentase 69,91%. Hasil uji F menunjukkan bahwa program urban farming sebagai konteks dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan secara simultan terhadap intensitas konsumsi pangan bergizi seimbang di Kalurahan Baciro. Hasil pengujian menunjukkan variabel persepsi kontrol perilaku berpengaruh secara signifikan dalam mendukung intensitas konsumsi pangan bergizi seimbang, sementara variabel pelaksanaan urban farming , sikap terhadap urban farming dan norma subjektif secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95% terhadap intensitas konsumsi pangan bergizi seimbang.